Home News Pak Bas: Curah Hujan Bukan Alasan Keterlambatan Pembangunan di IKN
News

Pak Bas: Curah Hujan Bukan Alasan Keterlambatan Pembangunan di IKN

Share
Share

IKNPOS.ID – Pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki babak baru, di mana Otorita IKN (OIKN) memasuki babak baru transformasi kelembagaan, dari lembaga perencana menjadi pelaksana utama pembangunan.

Dengan mandat membangun ibu kota masa depan Indonesia, OIKN resmi memulai pembangunan fisik secara mandiri. Sebuah tonggak penting dalam mewujudkan tata kota modern yang berpijak pada inovasi, kolaborasi, dan tata kelola berkelanjutan.

Tujuh kontrak paket peningkatan jalan senilai total Rp3,04 triliun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN seksi 1B dan 1C resmi ditandatangani oleh OIKN, Rabu, 11 Juni 2025.

Menurut Kepala OIKN Basuki Hadimuljono, pembangunan jalan ini terkesan mahal, karena jalan yang dibangun mencapai lebar 40 meter, jauh lebih besar dibandingkan jalan nasional biasa.

Basuki juga meminta seluruh penyedia jasa untuk memperhatikan faktor cuaca di IKN yang tidak menentu.

“Perlu diperhitungkan juga bahwa di IKN curah hujan sangat tinggi. Hujan bukan alasan untuk keterlambatan, karena kita semua tahu sejak awal bahwa di sini musim kemaraunya pun tetap basah. Jadi, metode kerja ke depan harus mempertimbangkan kondisi cuaca,” tegas sosok yang akrab disapa Pak Bas ini.

Pembangunan ini juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan investasi. Basuki mengajak para investor untuk segera mulai membangun karena infrastruktur jalan sudah hampir mencapai area-area investasi mereka.

“Setelah ini, akan dilanjutkan dengan tender pembangunan gedung MPR, DPR dan DPD, hunian pejabat, jalan lingkungan, dan kawasan yudikatif. Total panjang jalannya ribuan meter yang harus selesai dalam dua tahun,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa APBN bukan hanya sekadar anggaran, tetapi juga alat pencipta lapangan kerja. Oleh karena itu, penyedia jasa menjadi mitra strategis yang vital.

“Tanpa penyedia jasa, APBN dan regulasi hanya jadi DIPA. Oleh karena itu harus segera kita kerjakan, bukan hanya demi menyelesaikan proyek, tapi juga untuk membuka lapangan kerja yang sangat dibutuhkan saat ini,” ungkapnya.

Share
Related Articles
News

149 Jemaah Haji Asal Penajam Paser Utara Diberangkatkan 6 Mei 2026 

IKNPOS.ID - Persiapan keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU),...

News

Waspada Intrusi Air Laut di Sungai Mahakam, Warga Samarinda Diimbau Hemat Air

IKNPOS.ID - Memasuki musim kemarau, Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda mulai memperketat...

News

Seleksi Paskibraka Kapuas 2026 Diperketat, Peserta Wajib Lolos Tes Urine dan Rekam Jejak Digital

IKNPOS.ID - Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kapuas,...

News

HSU Dinyatakan Siap! Verifikator KONI Kalsel Rekomendasikan Jadi Tuan Rumah Porprov 2029

IKNPOS.ID - Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) resmi dinyatakan layak untuk menggelar...