Home Borneo Dua Kawasan Penyangga IKN Alami Deflasi pada Februari 2025, Ini Penyebabnya
Borneo

Dua Kawasan Penyangga IKN Alami Deflasi pada Februari 2025, Ini Penyebabnya

Share
6 bank pelopor beroperasi di IKN
6 bank pelopor akan beroperasi di IKN pada 2026 mendatang. Foto: IST
Share

IKNPOS.ID – Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang merupakan kawasan penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), mengalami deflasi pada Februari 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan mengalami deflasi sebesar 0,10 persen secara bulanan (month to month/mtm), sementara Kabupaten PPU mengalami deflasi lebih dalam, yakni sebesar 0,45 persen (mtm).

Faktor Penyebab Deflasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang mendorong terjadinya deflasi adalah kebijakan pemerintah terkait diskon tarif listrik.

“Kebijakan pemerintah yang memberikan diskon 50 persen untuk pelanggan dengan daya hingga 2.200 VA menjadi faktor utama pemicu deflasi ini,” ujar Robi pada Rabu (5/3/2025).

Selain itu, penurunan harga beberapa komoditas pangan juga berkontribusi pada deflasi. Beberapa bahan pangan yang mengalami penurunan harga di antaranya:

  • Daging ayam ras
  • Tomat
  • Beberapa jenis ikan seperti ikan layang dan ikan tongkol

Robi menjelaskan bahwa pasokan yang lancar dan peningkatan produksi akibat kondisi cuaca yang mendukung menjadi penyebab utama turunnya harga beberapa bahan pokok tersebut.

Komoditas yang Mengalami Kenaikan Harga

Meski secara umum terjadi deflasi, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga, terutama transportasi udara.

Menurut Robi, lonjakan permintaan menjelang libur sekolah dan awal bulan Ramadhan menjadi faktor utama peningkatan harga tiket pesawat di Balikpapan.

Selain itu, beberapa bahan pangan mengalami kenaikan harga, antara lain:

  • Minyak goreng
  • Beras
  • Cabai rawit

Kenaikan harga bahan pokok ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti harga dari distributor yang meningkat serta penurunan pasokan akibat curah hujan tinggi di daerah penghasil.

Emas perhiasan juga tercatat sebagai salah satu komoditas yang menyumbang inflasi di Kota Balikpapan.

Sementara itu, di Kabupaten PPU, komoditas pangan tertentu seperti semangka, ikan layang, ikan tongkol, dan kangkung mengalami kenaikan harga akibat peningkatan permintaan selama periode menjelang Ramadhan.

Tantangan Inflasi ke Depan

Dengan datangnya bulan Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan bahan pokok diperkirakan akan meningkat, yang berpotensi mendorong inflasi.

Share
Related Articles
Tol Akses IKN Gratis Mudik 2026
Borneo

Tol IKN Seksi 3A-2 Percepat Akses Balikpapan–Samarinda ke Kawasan Pemerintahan Baru

IKNPOS.ID - Keberadaan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 mulai...

Borneo

Mengejutkan! Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari Demi Listrik, Ini Rencana Besarnya

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan pasokan sampah...

Borneo

Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur

IKNPOS.ID - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat dalam...

Program bedah rumah Kaltim digeber, kuota naik jadi 3.000 unit. Jadwal dipercepat, Balikpapan jadi fokus utama pemerintah.
Borneo

Bedah Rumah Digeber! Kuota Melejit 3.000 Unit di Kaltim, Jadwal Maju—Balikpapan Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah tancap gas mempercepat program bedah rumah di Kalimantan Timur....