Home Tekno 5 Kripto Terbaik 2025 Dapat Ditambang dengan GPU dan ASIC
Tekno

5 Kripto Terbaik 2025 Dapat Ditambang dengan GPU dan ASIC

Share
Ilustrasi mining GPU untuk menambang crypto seperti Ethereum Classic dan Ravencoin
5 Kripto Terbaik untuk Ditambang dengan GPU dan ASIC
Share

IKNPOS.ID – Mining crypto adalah proses memvalidasi transaksi blockchain menggunakan kekuatan komputasi. Namun, tidak semua aset digital bisa ditambang—hanya yang menggunakan Proof of Work (PoW). Berikut 5 Kripto yang dapat ditambang dengan GPU dan ASIC.

Daftar Kripto yang Masih Bisa Ditambang di 2025

Berikut beberapa crypto berbasis PoW yang masih menguntungkan untuk mining:

  1. Bitcoin (BTC) – Raja Crypto Mining
  • Algoritma: SHA-256
  • Peralatan: ASIC miner (seperti Antminer S19)
  • Kesulitan Mining: Sangat tinggi, hanya menguntungkan dengan listrik murah.
  1. Litecoin (LTC) – Alternatif Bitcoin dengan Scrypt
  • Algoritma: Scrypt
  • Peralatan: ASIC (seperti Antminer L7) atau GPU high-end.
  • Keunggulan: Biaya transaksi lebih rendah daripada BTC.
  1. Monero (XMR) – Mining Ramah CPU
  • Algoritma: RandomX
  • Peralatan: CPU (seperti AMD Ryzen 9)
  • Keunggulan: Lebih terdesentralisasi dan privasi-oriented.
  1. Ravencoin (RVN) – GPU Mining Terbaik
  • Algoritma: KAWPOW
  • Peralatan: GPU (NVIDIA RTX 3080/AMD RX 6800)
  • Target: Pembuatan token aset berbasis blockchain.
  1. Ethereum Classic (ETC) – Fortisimo GPU Mining
  • Algoritma: Ethash
  • Peralatan: GPU (setelah Ethereum beralih ke PoS)
  • Potensi: Masih banyak miner yang beralih dari ETH ke ETC.

Peralatan Mining: GPU vs. ASIC, Mana Lebih Baik?

  1. GPU Mining
  • Cocok untuk: Ravencoin, Ethereum Classic, Monero.
  • Kelebihan: Fleksibel untuk berbagai algoritma.
  • Kekurangan: Profitabilitas turun jika harga crypto anjlok.
  1. ASIC Mining
  • Cocok untuk: Bitcoin, Litecoin.
  • Kelebihan: Efisiensi tinggi untuk algoritma tertentu.
  • Kekurangan: Harga mahal dan tidak bisa dipakai untuk altcoin lain.

Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas Mining

  1. Biaya Listrik: Mining Bitcoin bisa menghabiskan $3.000/tahun dalam listrik.
  2. Kesulitan Jaringan: Semakin banyak miner, semakin kecil reward.
  3. Harga Crypto: Jika harga turun, mining jadi tidak menguntungkan.

Alternatif Mining: Cloud Mining dan Staking

  1. Cloud Mining
  • Cara Kerja: Menyewa hashrate dari provider seperti Genesis Mining.
  • Keuntungan: Tidak perlu beli alat, maintenance rendah.
  • Risiko: Banyak scam, ROI lama.
  1. Staking Crypto
  • Cara Kerja: Mengunci koin di wallet untuk dapat reward (contoh: Ethereum 2.0).
  • Keuntungan: Passive income tanpa alat mahal.
  • Kekurangan: Butuh modal besar untuk reward signifikan.

Proof of Work (PoW) vs. Proof of Stake (PoS)

  • Proof of Work (PoW):
    • Memerlukan perangkat keras (GPU/ASIC) untuk menyelesaikan perhitungan kompleks.
    • Contoh: Bitcoin, Litecoin, Monero.
  • Proof of Stake (PoS):
    • Tidak membutuhkan mining, melainkan staking (mengunci aset untuk validasi).
    • Contoh: Ethereum 2.0, Cardano, Solana.

 Apakah Mining Masih Menguntungkan?

  • Untuk Pemula: Mulai dengan GPU mining (RVN, ETC) atau staking.
  • Investor Serius: ASIC mining Bitcoin/Litecoin jika listrik murah.
  • Alternatif: Cloud mining bisa dicoba, tapi hati-hati dengan scam.

Apa pendapatmu? Mining kripto mana yang paling menarik untuk dicoba?

Share
Related Articles
Tekno

Keren Banget Gaes! Oppo Rilis A6t dan A6t Pro, Punya Desain Premium

IKNPOS.ID - Produsen smart phone asal China, Oppo, meluncurkan Oppo A6t dan...

harga Pi Network
Tekno

Tekanan Jual Meletus, Harga Pi Network Masih Longsor ke $0,15

IKNPOS.ID - Pergerakan harga Pi Network (PI) kembali berada di bawah sorotan...

Harga Pi Network hari ini
Tekno

Harga Pi Network Makin Anjlok 94 Persen dari ATH, Kapan Gacor?

IKNPOS.ID - Harga Pi Network (PI) kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto....

Tekno

Keren! Ada Fitur Pemantau Kebugaran dan Kesehatan di Oppo Watch S

IKNPOS.ID - Produsen smart phone asal China, Oppo, resmi menghadirkan arloji pintar...