Home Borneo Inflasi Kaltim Tembus 0,21 Persen di Januari 2025, Balikpapan Tertinggi
Borneo

Inflasi Kaltim Tembus 0,21 Persen di Januari 2025, Balikpapan Tertinggi

Share
Inflasi Provinsi Kalimantan Timur, Juni 2024
Share

IKNPOS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merilis data inflasi pada Januari 2025 yang mencapai 0,21 persen year on year (y-on-y) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,86.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Balikpapan dengan angka 0,36 persen dan IHK 106,47, sementara inflasi terendah tercatat di Kota Samarinda sebesar 0,10 persen dengan IHK 105,26.

Sebaliknya, Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami deflasi sebesar 0,13 persen dengan IHK 106,20.

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa inflasi ini disebabkan oleh kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran.

Faktor Penyebab Inflasi di Kaltim Januari 2025

Menurut Yusniar, kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga meliputi:

  • Kelompok makanan, minuman, dan tembakau: 3,43 persen
  • Kelompok pakaian dan alas kaki: 1,28 persen
  • Kelompok kesehatan: 1,78 persen
  • Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya: 1,55 persen
  • Kelompok pendidikan: 1,60 persen
  • Kelompok penyediaan makanan dan minuman di restoran: 2,08 persen
  • Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya: 5,75 persen

Namun, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks, di antaranya:

  • Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 8,77 persen
  • Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga: 0,08 persen
  • Kelompok transportasi: 0,36 persen
  • Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: 0,60 persen

Deflasi Month to Month dan Year to Date

Selain inflasi year on year, BPS Kaltim juga mencatat adanya deflasi secara month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) pada Januari 2025 sebesar 1,00 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga di beberapa sektor, secara keseluruhan tekanan inflasi di Kaltim masih relatif terkendali.

Dengan kondisi inflasi yang terjadi di Kaltim, pemerintah daerah dan pelaku ekonomi diharapkan dapat mengantisipasi dampaknya, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada sektor-sektor dengan kenaikan harga signifikan.

Share
Related Articles
IKN Siap Disulap Jadi 'Cognitive City' Pertama di Dunia
Borneo

Samarinda Perkuat Jalan Konektor ke IKN, Pemkot Fokus Benahi Akses Warga dengan Anggaran Rp15 Miliar

IKNPOS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan perannya dalam menyongsong pembangunan Ibu...

Borneo

Menkop Ferry Juliantono: Alfamart-Indomaret Stop Ekspansi ke Desa

IKNPOS.ID - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengeluarkan pernyataan tegas terkait peta...

Borneo

Upaya Pengamanan Ramadan hingga Arus Balik, Operasi Gabungan Digelar di Serambi IKN

IKNPOS.ID - Operasi gabungan lintas instansi digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara...

Borneo

Pemkab PPU Siapkan Sanksi bagi Pelaku Usaha di Serambi IKN yang Tak Patuhi SE Ramadan

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) telah...