Home Borneo Suara Tokoh Agama Dibutuhkan dalam Kampanye Lingkungan Pencegahan Kerusakan Iklim
Borneo

Suara Tokoh Agama Dibutuhkan dalam Kampanye Lingkungan Pencegahan Kerusakan Iklim

Share
Share

IKNPOS.ID – Suara tokoh agama sangat dibutuhkan dalam kampanye penyelamatan lingkungan atau pencegahan kerusakan iklim, karena mereka memiliki pengikut dan suaranya didengar. Hal itu diungkapkan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Edi Damansyah.

“Saat ini dunia dihadapkan pada tantangan global, berupa kerusakan alam yang berakibat pada perubahan iklim, bencana ekologis yang berpotensi melahirkan berbagai dampak sosial, di antaranya ancaman kemiskinan,” kata Edi, Minggu, 5 Januari 2025.

Dampak lainnya adalah ancaman kekurangan bahan pangan, sehingga hal ini harus direspon secara serius oleh semua kalangan, termasuk oleh para agamawan, sementara Indonesia sebagai negara dengan masyarakat yang religius, maka suara pemimpin dan tokoh agama sangat dinantikan.

Sebelumnya, saat membacakan sambutan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam peringatan Hari Amal Bakti di Kukar, Edi menyebut Kementerian Agama terus menguatkan peran dalam kampanye penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI.

Forum Conference of the Parties (COP) ke-28 pada 2023 di Abu Dhabi dan COP ke-29 pada 2024 di Azerbaijan, secara khusus membuka Paviliun Iman sebagai platform bersama para tokoh lintas agama untuk menyuarakan pentingnya pelestarian alam dari perspektif agama-agama.

Selain itu, Deklarasi Istiglal yang ditandatangani oleh Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiglal Jakarta pada 5 September 2024, juga menegaskan tentang pentingnya persatuan, toleransi, kemanusiaan, dan penanggulangan perubahan lingkungan.

Secara geopolitik krisis global juga terjadi akibat konflik berkepanjangan, sehingga banyak negara merindukan kerukunan dan kedamaian.

Mata dunia tertuju pada Indonesia, yang diproyeksikan menjadi kiblat kerukunan dunia. Ini juga menjadi tantangan Kementerian Agama untuk terus merawat dan meningkatkan toleransi, karena Indonesia mempunyai harta tak tertakar nilainya, yakni kerukunan umat beragama.

Share
Related Articles
Tol Akses IKN Gratis Mudik 2026
Borneo

Tol IKN Seksi 3A-2 Percepat Akses Balikpapan–Samarinda ke Kawasan Pemerintahan Baru

IKNPOS.ID - Keberadaan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 mulai...

Borneo

Mengejutkan! Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari Demi Listrik, Ini Rencana Besarnya

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan pasokan sampah...

Borneo

Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur

IKNPOS.ID - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat dalam...

Program bedah rumah Kaltim digeber, kuota naik jadi 3.000 unit. Jadwal dipercepat, Balikpapan jadi fokus utama pemerintah.
Borneo

Bedah Rumah Digeber! Kuota Melejit 3.000 Unit di Kaltim, Jadwal Maju—Balikpapan Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah tancap gas mempercepat program bedah rumah di Kalimantan Timur....