Home Borneo Daerah Tak Punya Wewenang Tangani Tambang Ilegal, Pj Gubernur Kaltim Ungkap Keluhan Ini ke DPR RI
Borneo

Daerah Tak Punya Wewenang Tangani Tambang Ilegal, Pj Gubernur Kaltim Ungkap Keluhan Ini ke DPR RI

Share
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat menerima kunjungan Komisi I DPR RI dalam agenda sosialisasi Prolegnas RUU Prioritas 2025 dan Prolegnas RUU Jangka Menengah 2025–2029 di Samarinda, Senin 23 Desember 2024.. Foto: @pemprov_kaltim/IG
Share

IKNPOS.ID – Tambang ilegal marak di Kalimantan Timur (Kaltim). Keberadaan tambang ilegal banyak dikeluhkan masyarakat. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tidak bisa berbuat apa-apa dengan banyaknya tambang ilegal yang merugikan masyarakat.

Pasalnya, Pemprov Kaltim tidak memiliki kewenangan untuk menangani pertambangan ilegal.

Terkait tambang ilegal ini diungkapkan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik saat menerima kunjungan Tim Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI, Senin 23 Desember 2024.

Akmal Malik mengapresiasi dan siap menyerap aturan-aturan usulan Prolegnas DPR RI. Pemprov Kaltim lanjutnya, berkomitmen mendukung apa yang diprogramkan Pemerintah Pusat.

“Kami ucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh wakil rakyat DPR RI yang bersedia berkunjung ke Kaltim. Untuk menyerap dan menyosialisasikan aturan-aturan usulan Prolegnas DPR-RI,” ujar Akmal.

Akmal Malik kemudian mengatakan, bahwa masyarakat banyak mengeluhkan produk hukum yang ditetapkan oleh pusat. Terutama dalam urusan pertambangan dan kehutanan.

Namun, daerah tidak memiliki kewenangan menangani tambang ilegal yang jumlah telah mencapai ratusan titik. Catatan Pemprov untuk tambang ilegal saat ini sebanyak 168 titik.

Yang diharapkan adalah adanya regulasi yang memberikan ruang kepada Pemerintah Daerah melakukan pengawasan.

“Banyak korban dari tambang-tambang ini. Tapi, saat ini kami tidak punya kewenangan. Sebenarnya, kami berharap ada regulasi untuk memberikan ruang kepada pemerintah daerah melakukan pengawasan. Sehingga pengelolaan tambang beraktivitas dengan baik, minimal ada instrumennya,” ujar Akmal.

Dalam sosialisasi Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas 2025 dan Prolegnas RUU Jangka Menengah 2025–2029 di Samarinda melibatkan civitas akademika perguruan tinggi negeri, tokoh masyarakat, serta pegiat organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat.

Wakil Ketua Baleg DPR RI, Sturman Panjaitan, berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk memberikan masukan terhadap rancangan undang-undang (RUU), sehingga setiap produk hukum yang dihasilkan mencerminkan kebutuhan dan aspirasi rakyat.

Share
Related Articles
Borneo

Stok Beras Aman Jelang Ramadhan 2026, Bulog Samarinda Pastikan 18 Ribu Ton Siap untuk Kaltim

IKNPOS.ID - Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, Perum Bulog Cabang Samarinda memastikan...

Borneo

KM Dahliya F3 Tenggelam di Sungai Mahakam, Begini Kondisi 52 Penumpang dan ABK-nya

IKNPOS.ID - Kapal Motor (KM) Dahliya F3 yang melayani rute Samarinda –...

Borneo

Pascadugaan Keracunan Menu MBG, Pemkab PPU Perketat Pengawasan Pangan di Serambi IKN

IKNPOS.ID - Sebanyak 25 siswa SDN 008 Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara...

Dampak IKN terhadap pariwisata Kaltim
Borneo

Tingkatkan Kualitas SDM Pariwisata, Dispar Kaltim Gelar Sertifikasi Pramuwisata

IKNPOS.ID - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) terus mendorong peningkatan...