Home Borneo Bangun 10 Insinerator untuk Atasi Masalah Sampah, Pemkot Samarinda Alokasikan Anggaran Capai Rp10 Miliar
Borneo

Bangun 10 Insinerator untuk Atasi Masalah Sampah, Pemkot Samarinda Alokasikan Anggaran Capai Rp10 Miliar

Share
Share

IKNPOS.ID – Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah yang terus meningkat, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah mematangkan kajian dan langkah strategis untuk membangun 10 insinerator yang tersebar di setiap kecamatan.

Pembangunan ini direncanakan akan dimulai pada awal 2025 dengan anggaran senilai Rp 10 miliar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Endang Liansyah, menyatakan bahwa alokasi anggaran sebesar Rp 10 miliar telah disiapkan untuk mempercepat rencana ini.

Langkah tersebut diambil berdasarkan kajian mendalam terkait kebutuhan pengelolaan sampah yang lebih efektif di kota tersebut.

“Saat ini, produksi sampah di Samarinda mencapai 600 ton atau setara 1.862 kubik per hari. Dengan adanya insinerator, kami berharap volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang secara signifikan,” ujar Endang dikutip dari Nomorsatukaltim.

Meski rencana pembangunan telah matang, sejumlah persiapan teknis seperti penetapan lokasi, pengurusan izin operasional, dan pemilihan jenis insinerator masih dalam proses. Endang menegaskan bahwa proses pembakaran sampah harus mematuhi prosedur dan izin yang berlaku.

Untuk mempercepat pengadaan, pemerintah kota berencana memanfaatkan katalog elektronik. Harga unit insinerator sendiri cukup beragam, tergantung kapasitas, mulai dari Rp 3 miliar hingga Rp 10 miliar.

“Kami juga mempertimbangkan membangun insinerator manual di TPA Bukit Pinang yang sudah ditutup sejak September 2023. Insinerator ini akan membantu mengurangi volume sampah yang menumpuk di TPA tersebut,” jelasnya.

Endang juga menyebut bahwa pembangunan insinerator perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. Rendahnya disiplin warga dalam membuang sampah menjadi salah satu tantangan utama.

“Kami sering mendapati pelanggaran dalam inspeksi mendadak (sidak) di berbagai lokasi. Ini menjadi tantangan besar bagi kami,” imbuhnya.

Asisten II Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa proyek ini bertujuan mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Sambutan.

Share
Related Articles
Tol Akses IKN Gratis Mudik 2026
Borneo

Tol IKN Seksi 3A-2 Percepat Akses Balikpapan–Samarinda ke Kawasan Pemerintahan Baru

IKNPOS.ID - Keberadaan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 mulai...

Borneo

Mengejutkan! Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari Demi Listrik, Ini Rencana Besarnya

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan pasokan sampah...

Borneo

Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur

IKNPOS.ID - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat dalam...

Program bedah rumah Kaltim digeber, kuota naik jadi 3.000 unit. Jadwal dipercepat, Balikpapan jadi fokus utama pemerintah.
Borneo

Bedah Rumah Digeber! Kuota Melejit 3.000 Unit di Kaltim, Jadwal Maju—Balikpapan Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah tancap gas mempercepat program bedah rumah di Kalimantan Timur....