IKNPOS.ID – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengambil peran dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Setidaknya ada 12 proyek IKN senilai Rp 8,1 triliun yang ditelah digarap.
Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengatakan, terdapat lima nilai kontrak proyek IKN yang dikerjakan, di antaranya Gedung Kesekretariatan Negara Paket 3 senilai Rp1,6 triliun, Jalan Tol IKN Segmen 5A (Tempadung-Pulau Balang) senilai Rp1,2 triliun, dan Rumah Susun ASN 3 senilai Rp1,1 triliun.
Kemudian, Gedung Kementerian Koordinator 4 senilai Rp874 miliar, serta Jalan Feeder District IKN senilai Rp660 miliar.
Menurutnya, proyek besar di IKN yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk mencapai 90 persen.
“Progres empat dari lima proyek besar IKN sudah di atas 90 persen. Waskita berkomitmen menyelesaikan seluruh proyek IKN dengan tepat waktu agar bisa segera difungsikan,” ujar Hanugroho, dalam Public Expose, di Waskita Heritage, Jakarta, Selasa, 26 November 2024.
Selain itu WSKT juga telah membangun jalan tol sepanjang lebih dari 800 kilometer (km) dalam 10 tahun terakhir, dengan sebesar 40 persen pembangunannya melalui investasi.
Selain itu, perseroan membangun sebanyak 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam 10 tahun terakhir, di antaranya sebanyak 65 proyek sudah selesai, dan sisanya sebanyak 23 PSN sedang dalam tahap pembangunan.
Pria akrab disapa Oho menjelaskan, perseroan telah membangun 57 proyek konektivitas seperti jalan tol, jembatan, dan Light Rail Transit (LRT).
Kemudian, juga membangun 23 infrastruktur air seperti bendungan dan irigasi, serta terdapat enam proyek Engineering, Procurement, Construction (EPC), baik berupa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) maupun Jaringan Gas Bumi untuk rumah tangga (Jargas), dan dua proyek gedung mencakup universitas dan pabrik.
“Khusus jalan tol, dalam 10 tahun terakhir Waskita telah berkontribusi lebih dari 800 kilometer (km) atau 40 persen melalui investasi. Manfaatnya, masyarakat dapat mengefisiensikan waktu tempuh hingga 50 persen,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, berbagai proyek jalan tol WSKT menghasilkan multiplier effect, di antaranya menyerap tenaga kerja lebih dari 4.000, dan berdampak senilai Rp5 triliun terhadap perekonomian nasional per tahun, yang dihasilkan dari 18 ruas tol pada sektor pangan, pariwisata, serta logistik.