“Kami memantau kondisi pasien dan melakukan tes laboratorium. Jika hasilnya positif dan kondisinya cukup lemah, pasien akan kami rawat inap.
Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut seperti transfusi darah, pasien bisa dirujuk. Namun, kebanyakan kasus kami tangani langsung di RSUD Sepaku,” ungkapnya.
Langkah Antisipasi Pemerintah
Kementerian Kesehatan serta instansi terkait diharapkan dapat memperkuat langkah preventif dan edukasi di kawasan IKN untuk mencegah penyebaran DBD lebih lanjut.
Peran aktif dalam pengendalian lingkungan, seperti mengurangi genangan air dan menjaga kebersihan di sekitar proyek, menjadi penting untuk menekan angka penyebaran demam berdarah di wilayah Penajam Paser Utara.
Page 2 of 2