Home Borneo Ratusan Arsitek Kaltim Belum Bersertifikat, Proyek IKN Pakai Tenaga Ahli dari Perusahaan Multinasional
Borneo

Ratusan Arsitek Kaltim Belum Bersertifikat, Proyek IKN Pakai Tenaga Ahli dari Perusahaan Multinasional

Share
OIKN mengungkapkan bahwa pihaknya menerima ratusan minat investasi atau Letter of Intent (LoI) dari investor lokal dan asing. Foto: Ilustrasi/Kawasan KIPP IKN/Youtube/Dian Rana
OIKN mengungkapkan bahwa pihaknya menerima ratusan minat investasi atau Letter of Intent (LoI) dari investor lokal dan asing. Foto: Ilustrasi/Kawasan KIPP IKN/Youtube/Dian Rana
Share

IKNPOS.ID – Di tengah pesatnya pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN)ternyata masih ada ratusan arsitek di Kalimantan Timur (Kaltim) belum bersertifikat.

Maka wajar jika dalam pembangunan IKN jarang melibatkan arsitek lokal Kalimantan Timur.

Padahal, arsitek lokal dinilai lebih memahami kondisi geografis dan lingkungan Kalimantan Timur terkait  kondisi tanah dan kelembaban udara di IKN.

Banyaknya arsitek di Kaltim belum bersertifikat terungkap saat digelar Seminar Arsitek untuk IKN yang diselenggarakan di Hotel Harris, Samarinda, Sabtu 19 Oktober 2024.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kalimantan Timur, Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan, saat ini, terdapat sekitar 500 arsitek di Kaltim, namun tidak semuanya memiliki sertifikat.

Karena itu penting dilakukan peningkatan kualitas dan profesionalisme arsitek di Kalimantan Timur.

“Melalui Pergub 34 Tahun 2024, Pemprov Kaltim telah memfasilitasi pemberian lisensi kepada arsitek. Tentunya, melalui proses bimbingan teknis dan ujian,” katanya.

Dia menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Seminar Arsitek untuk IKN yang diselenggarakan di Samarinda.

Menurut dia, seminar tersebut menjadi wadah pembelajaran dan contoh nyata konsep pembangunan kota yang berkelanjutan.

Terkait persaingan dengan tenaga ahli dari perusahaan multinasional yang terlibat dalam pembangunan IKN, Aji menekankan pentingnya arsitek lokal untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

“Kita harus ambil sisi positifnya. Arsitek lokal bisa belajar dari pengalaman mereka. Seminar ini menjadi sarana bertukar pikiran dan meningkatkan kualitas arsitek kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Majelis Kehormatan Arsitek Provinsi Kaltim Benny Dhanio, menambahkan bahwa arsitek lokal memiliki peran penting sebagai filter bagi arsitek dari luar Kaltim.

“Arsitek lokal lebih memahami kondisi geografis dan lingkungan Kalimantan Timur. Misalnya, kondisi tanah dan kelembaban udara di IKN,” kata Benny.

Benny juga menyoroti perbedaan karakteristik tanah di Kalimantan Timur dibandingkan Jawa. Pondasi bangunan di Kaltim membutuhkan biaya lebih besar karena kondisi tanah yang berbeda.

Share
Related Articles
Borneo

Kemenag Gelar FGD Dialog Keagamaan di Penajam Paser Utara, Perkuat Moderasi di Kawasan IKN

Kanwil Kemenag Kaltim menggelar FGD bertajuk “Dialog Titik Temu Antar Komunitas Paham...

Borneo

Otorita IKN Libatkan Akademisi, Unhas Siap Dukung Pembangunan Ibu Kota Baru

OIKN membuka peluang luas bagi keterlibatan kalangan akademik dalam pembangunan Ibu Kota...

Gibran Rakabuming berkantor di IKN
Borneo

Persiapan Menuju IKN, Program Gratispol Kaltim Kucurkan Rp220 Miliar!

IKNPOS.ID - Biaya kuliah sering kali menjadi penghalang terbesar bagi banyak mahasiswa...

Borneo

Sat Samapta Polres PPU Perkuat Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Aksi Masyarakat

Satuan Samapta Polres PPU terus meningkatkan mutu pengamanan kegiatan masyarakat, terutama dalam...