IKNPOS.ID – Peluang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk berkembang di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur memiliki potensi cukup besar.
Sebagai tulang punggung perekonomian, UMKMĀ tidak hanya di tingkat masyarakat. Namun juga lebih luas.
“UMKM di IKN memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Apalagi melihat rantai pasok UMKM memiliki peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan msyarakat IKN dan sekitarnya,” ujar Ketua Program Studi Rekayasa Industri, Program Doktor Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Profesor Elisa Kusrini pada Selasa, 8 Oktober 2024.
Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Rantai Pasok ini mengungkapkan, Model DMAIC-SCOR RACETRACK dapat digunakan membantu dalam tata Kelola dan peningkatan kinerja rantai pasok UMKM.
“Kontribusi kita sangat dibutuhkan dalam peningkatan kinerja khususnya rantai UMKM di IKN dan di Indonesia,” jelasnya.
SCOR atau Supply Chain Operations Reference, lanjut Elisa, saat ini telah banyak diadopsi oleh perusahaan maupun organisasi terkemuka.
Bahkan, penelitian tentang pengukuran kinerja menggunakan SCOR telah dilakukan di berbagai bidang perusahaan manufaktur, minyak dan gas, industri makanan minuman, industri tekstil,, industri kulit dan industri batik, industri jasa, perhotelan dan pariwisata, dan lainnya.
“Dalam menerapkan model SCOR, perusahaan menggunakan berbagai macam pendekatan yaitu menggabungkan SCOR dengan metode lain seperti Balanced Scorecard, Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), Quality Function Deployment, Analytical Hierarchy Process (AHP), dan simulasi dengan SCOR,” paparnya.
Elisa menjelaskan, implementasi dari model SCOR tersebut, belum didapati standarisasi langkah detil tentang continous improvement dan keberlanjutan dari peningkatan kinerja dilakukan.
Sedangkan penelitian penerapan model SCOR mengunakan model continous improvement SCOR Racetrack yang dicustomisasi dan disesuaikan dengan karakteriktik supply chain khususnya di UKM masih terbatas.