Home Borneo Kabupaten PPU Genjot Produksi Perikanan Agar Bisa Penuhi Kebutuhan Pangan IKN
Borneo

Kabupaten PPU Genjot Produksi Perikanan Agar Bisa Penuhi Kebutuhan Pangan IKN

Share
Fresh fish is sorted at a market in Vietnam
Share

IKNPOS.ID – Meski produksi perikanan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat setempat, namun Pemkab PPU bertekad untuk terus meningkatkan produksi perikanan di daerah tersebut.

Langkah ini dilakukan agar dapat mengisi peluang memenuhi kebutuhan ikan bagi penduduk Ibu Kota Nusantara (IKN). Diprediksi, lonjakan penduduk di IKN akan membutuhkan suplai pangan dari wilayah sekitar atau wilayah mitra.

Menurut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Rozihan Asward, produksi perikanan tangkap rata-rata kisaran 6.500 ton per tahun dan produksi perikanan budi daya rata-rata sekitar 12.000 ton per tahun.

“Produksi perikanan budi daya dan tangkap telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi ikan warga, bahkan mengalami surplus. Total produksi perikanan budi daya dan tangkap lebih kurang 18.500 ton per tahun tersebut. Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk Kabupaten PPU yang saat ini mencapai 196.000 jiwa,” jelas Rozihan di Penajam, Senin 22 Juli 2024.

Ia juga menjelaskan, kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Kabupaten PPU sekitar 11.000 ton per tahun. “Konsumsi ikan warga Kabupaten PPU kisaran 54,7 kilogram per kapita dalam satu tahun, jadi produksi perikanan masih surplus 7.500 ton per tahun,” jelasnya.

Meski sudah surplus, namun Dinas Perikanan Kabupaten PPU terus berupaya meningkatkan produksi perikanan tangkap dan budi daya, agar dapat mengisi peluang memenuhi kebutuhan ikan Kota Nusantara, ibu kota negara baru Indonesia.

“Hasil produksi ikan dari nelayan tangkap maupun budi daya ikan tambak masih cukup rendah dibandingkan dengan potensi yang dimiliki Kabupaten PPU. Kami lakukan optimalisasi potensi lahan tambak untuk tambah produksi dan produktivitas ikan tambak,” lanjutnya.

Potensi untuk kolam budi daya ikan air tawar yang belum tergarap dengan luas 750 hektare dari 1.200 hektare karena yang tergarap baru 450 hektare, kemudian potensi lahan tambak air payau (campuran air tawar dan air laut) yang tergarap baru 4.500 hektare dan masih ada 4.900 hektare yang belum digarap dari luas lahan potensi tambak 9.500 hektare.

Share
Related Articles
Borneo

BMKG Berencana Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Wilayah Perairan Serambi IKN

IKNPOS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat langkah kesiapsiagaan bencana...

Borneo

Pelaku Usaha di Serambi IKN Diimbau Bayar Pajak Secara Online

IKNPOS.ID - Pelaku usaha tempat makan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU),...

KIPI Maloy harus direvitalisasi
Borneo

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar

IKNPOS.ID  - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud secara resmi memutuskan mengembalikan mobil...

IKN Siap Disulap Jadi 'Cognitive City' Pertama di Dunia
Borneo

Samarinda Perkuat Jalan Konektor ke IKN, Pemkot Fokus Benahi Akses Warga dengan Anggaran Rp15 Miliar

IKNPOS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan perannya dalam menyongsong pembangunan Ibu...