Home News BRIN: Musim Kemarau Hilang di IKN, Curah Hujan Akan Tinggi
News

BRIN: Musim Kemarau Hilang di IKN, Curah Hujan Akan Tinggi

Share
BRIN mengatakan bahwa musim kemarau di IKN akan hilang berganti curah hujan yang tinggi. Foto: Ilustrasi/Dok/Instagram/wpsiswanto
BRIN mengatakan bahwa musim kemarau di IKN akan hilang berganti curah hujan yang tinggi. Foto: Ilustrasi/Dok/Instagram/wpsiswanto
Share

IKNPOS.ID-Profesor Bidang Klimatologi Bidang Riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin mengatakan bahwa musim kemarau menghilang di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur kata Erma akan mengalami curah hujan yang tinggi saat musim kemarau.

“Selain Kalsel dan Kalteng, Kaltim termasuk IKN juga mengalami curah hujan tinggi selama musim kemarau.”

“Bahkan, musim kemarau menghilang di Penajam Paser Utara di mana IKN berada,” ungkap profesor bidang klimatologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin dalam unggahannya di X, dikutip Senin 10 Juni 2024.

Ia pun berharap ada mitigasi banjir menghadapi curah hujan yang tinggi tersebut.

“Semoga sudah ada mitigasi banjir, karena Agustus tinggal dua bulan lagi, ya,” lanjutnya.

Sementara, menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kalimantan, termasuk Kaltim, belum termasuk daerah yang dinyatakan resmi masuk musim kemarau.

Daerah-daerah ini antara lain sebagian Aceh, sebagian Sumatra Utara, sebagian Riau, sebagian Kepulauan Riau, sebagian Banten, sebagian Jawa Barat, DI Yogyakarta, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagian Bali.

Selain itu, sebagian NTB, sebagian NTT, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Utara.
Prediksi BMKG

BMKG sebelumnya memprediksi musim kemarau tahun ini tak bakal basah-basah amat meski ada potensi kemunculan La Nina.

Pasalnya, fenomena iklim pemicu curah hujan itu diprediksi berstatus lemah.

“Fenomena La Nina lemah ini diprediksi tidak berdampak pada musim kemarau yang akan segera terjadi,” ujar Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, dalam konferensi pers akhir Mei.

Lembaga Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) menyebut La Nina punya peluang 49 persen muncul pada Juni hingga Agustus 2024, atau Juli hingga September dengan peluang 69 persen.

Dalam Prediksi Musim Kemarau 2024, BMKG mengungkap Sifat Hujan di Musim Kemarau 2024 di sebagian besar wilayah adalah Normal (358 Zona Musim/ZoM atau 51,22 persen).

Sisanya adalah Atas Normal di 279 ZOM (39,91 persen), dan Bawah Normal di 62 ZOM (8,87 persen).

Share
Related Articles
News

Status Masjid IKN Jadi Masjid Negara, Tunggu Keppres

IKNPOS.ID - Otorita Ibu Kota Nusantara memastikan status Masjid IKN yang berada...

News

Prabowo Dijadwalkan Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan AS pada 19 Februari

Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan menandatangani kesepakatan tarif...

bendera One Piece
News

Mensesneg Bantah Penolakan Kepala Desa soal Alokasi Dana Desa untuk Kopdes

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada penolakan dari kepala desa...

IRAN TAK GENTAR! Ancaman Trump Dibalas Ultimatum Mematikan
News

Situasi Memanas, Amerika Siap Serang Iran Sabtu Ini

IKNPOS.ID - Situasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali berada di titik...