Catatan Dahlan Iskan

Vina Doa

Share
Catatan Dahlan Iskan edisi ini mengulas sosok alm Salim Said dan kasus pembunuhan Vina Cirebon
Share

Dalam kicauannya menyebut bahwa dua remaja itu dibunuh. Oleh dua orang. Bahkan kicauan itu menyebutkan nama-nama yang membunuh. Direkam juga suara kicauan itu. Disebut mirip suara Vina.

Setelah itu terjadilah penangkapan-penangkapan. Yang menangkap ayah Eky sendiri bersama timnya –meski saat itu ia bertugas di bagian narkoba. Salah satu dasarnya: anaknya pernah ada masalah dengan yang ditangkap itu.

Dari pengakuan yang ditangkap delapan orang jadi tersangka –salah satunya berumur 15 tahun. Mereka sudah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup –kecuali yang 15 tahun itu: 8 tahun penjara. Dua bulan lagi “Si 15 tahun” bebas. Sekarang pun sudah di luar penjara, tapi masih wajib lapor.

Tiga tersangka lain belum ditangkap. Masih DPO. Sudah 7 tahun tetap DPO –sudah seperti dilupakan. Sampailah film itu beredar. Heboh. Satu dari tiga itu ditangkap dua hari lalu di Bandung: jadi kuli bangunan.

Sisa dua buronan.

Yang 7 orang di penjara mungkin akan dapat remisi menjadi 20 tahun. Lalu akan bebas ketika sudah menjalani 15 tahun –ketika umur mereka sekitar 35 tahun. Masih cukup muda untuk kelak melakukan pernikahan.

“Apa motif pembunuhan?” tanya saya pada Ade.

“Asmara remaja”.

Vina diincar oleh Eky. Bertepuk sebelah tangan.

Bahwa sampai terjadi pembunuhan itu karena ada persaingan lain: beda “gang” motor. Satu “gang M” satunya lagi “gang X”. Vina, saat ditemukan, mengenakan jaket beridentitas salah satunya.

Mungkin saja awalnya “hanya” penganiayaan namun korbannya tewas.

Kini perkara ini jadi ruwet karena salah satu yang dipenjara itu mengaku tidak terlibat sama sekali.

Ia tetap tidak mengaku biar pun sudah dipaksa. Ia juga mengaku tidak pernah mau menandatangani berita acara pemeriksaan, namun merasa aneh ketika di pengadilan tanda tangan itu ada.

Mungkin dari sini bisa dimulai penyelidikan baru; apakah tanda tangan itu palsu. Lalu terjadi salah tangkap. Mudah sekali pembuktiannya di zaman modern ini.

Hukuman seumur hidup untuk 7 remaja itu –sekarang mereka sudah pemuda sekitar 27 tahun– sudah punya kekuatan hukum yang pasti.

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Cari Muka

Oleh: Dahlan Iskan "Papa saya masih aktif mengajar," ujar Ina Silas. Saya...

Jalan Baru
Catatan Dahlan Iskan

Jalan Baru

Oleh: Dahlan Iskan Di Amerika sendiri banyak yang berdoa agar perundingan Amerika-Iran...

Catatan Dahlan Iskan

Hotel Syiah

Oleh: Dahlan Iskan Jangan kaget: hotel mewah bintang lima yang dipakai tempat...

WFH Sarengat
Catatan Dahlan Iskan

WFH Sarengat

Oleh: Dahlan Iskan Rasanya Anda sudah dapat kiriman humor tentang atasan yang...