Catatan Dahlan Iskan

Juri Oat

Share
John kelihatan sedih. HP di tangannya. Itu hari ketiga saya tinggal di rumahnya. Tidak lagi di rumah lamanya di Hays.
Share

Hanya tomat tiga biji dan oatmeal itulah sarapan saya. Setiap hari. 

“Tidak bosan?” tanya perusuh imajiner. Saya membayangkan itu Nimas.

“Justru ngangeni,” jawab saya dalam hati.

Anda masih ingat: apa beda oat dan wheat (gandum).

Saya pernah tanya ke John. Bijinya hampir sama. Tanamannya mirip sekali. Karena sulit menjelaskan secara IPB, John pilih penjelasan populer: “wheat itu makanan manusia, oat itu makanan kuda”.

“Tapi semua presiden Amerika sarapannya oat,” katanya.

Siangnya makanan saya juga itu-itu saja. Tidak mau ganti. Juga bikin sendiri: burito. 

Saya sudah masuk kelas mahir bikin burito. Toh bahannya ada semua: lembaran tortila, bayam Amerika, kubis, lembaran daging kalkun, batang sledri besar, asinan buah olive, bawang bombai.

Semua bahan itu ditabur di atas lembaran tortila. Lalu diciprati mustard. Tortila-nya lantas dilipat kanan-kiri. Lalu digulung. Jadilah burito. 

Makan malamnya John yang masak. Makan bersama. Bertiga. Meski sudah pensiun suami istri itu siang masih sibuk sendiri-sendiri. Saya pun sibuk kerja sendiri.

“Bolehkah menolak jadi juri?”

“Akan dikenakan pasal contempt of court. Menghina pengadilan”, katanya. (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Krisis Bukan

Catatan Dahlan Iskan

Catatan Dahlan Iskan

James Freddy Sundah

Catatan Dahlan Iskan

Catatan Dahlan Iskan

MBG

Catatan Dahlan Iskan

Catatan Dahlan Iskan

Bandit Sosial

Catatan Dahlan Iskan