Oleh: Dahlan Iskan Tiga hari di Syria saya dapat satu sahabat baru: Belal. Nama lengkapnya: Belal bin Mohamed Adnan Bader. Saya mengenalnya di makan malam bersama. Di malam pertama...
Oleh: Dahlan Iskan Di saat euforia tumbangnya pemerintahan Basyar Al Assad, Duta Besar Indonesia di Suriah, Wajid Fauzi didesak: mengapa tidak segera bikin pernyataan...
Oleh: Dahlan Iskan Indonesia tidak pernah tutup. Segawat apa pun keadaan di Suriah kedutaan besar kita tetap buka di sana. Termasuk saat-saat genting pada peralihan kekuasaan...
Oleh: Dahlan Iskan Saya mendekati seorang ibu dengan anak remaja putrinyi. "Bolehkah berfoto bersama?" tanya saya sesopan mungkin. "Boleh," jawab sang ibu. Si ibu...
Oleh: Dahlan Iskan Hotel mahal sekali di Damaskus. Pakai dolar. Warga asing tidak boleh bayar pakai selain dolar. Rp 4 juta/malam. Itu menandakan ketidakseimbangan antara...
Oleh: Dahlan Iskan Kesimpulan sementara saya: Syria akan bangkit dengan cepat. Saat menulis naskah ini, kemarin, sudah tiga hari saya di Suriah. Aman sekali. Sisa-sisa perang hampir...
Oleh: Dahlan Iskan "Kalian berlima mau ke mana?" tanya saya. "Ke Shanghai, Chongqing, Chengdu, Bi Peng Guo, dan Guangzhou," jawab salah seorang dari lima ibu muda itu. "Semua dapat...
Oleh: Dahlan Iskan Terbang ke Syria Minggu pagi lalu saya hanya membawa satu buku: 75 Tahun Erros Djarot. Yakni kumpulan tulisan kenangan dari teman-temannya yang banyak itu....
Oleh: Dahlan Iskan Menghitung hari. Tidak sampai satu purnama lagi Kementerian BUMN sudah almarhum. Bahkan mungkin tinggal 15 hari lagi. Jangan-jangan justru sudah bubar saat saya...