Home Ragam Dekan FH Universitas Andalas: Swasembada Pangan Pemerintah Valid dan Terbukti di Lapangan
Ragam

Dekan FH Universitas Andalas: Swasembada Pangan Pemerintah Valid dan Terbukti di Lapangan

Share
swasembada pangan
Share

IKNPOS.ID – Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas, Prof. Ferdi, menilai capaian swasembada pangan yang disampaikan pemerintah saat ini telah terbukti secara faktual di lapangan. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Ferdi dalam kegiatan Dialog Swasembada Pangan Bersama Menteri Pertanian di Gudang Bulog Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 13 Mei 2026.

Pernyataan Prof. Ferdi tersebut sekaligus merespons perdebatan publik mengenai kondisi pangan nasional dan data swasembada yang sebelumnya sempat dipersoalkan sejumlah pihak. Menurutnya, perbedaan data dalam sebuah kebijakan publik merupakan hal yang biasa terjadi dan harus dilihat secara objektif berdasarkan fakta di lapangan.

“Saya diskusi langsung dengan Feri (Feri Amsari). Apa yang saya tanyakan, Fer kenapa data kamu itu, kamu bilang tidak sama dengan data Pak Menteri? Kalau tidak sama berarti datanya ada dua, minimal ada dua, bisa jadi tiga,” ujar Prof. Ferdi.

Ia kemudian mencontohkan bagaimana perbedaan data juga terjadi dalam berbagai sektor lain di Indonesia, termasuk jumlah pulau yang dimiliki Indonesia.

“Saya masih ingat data pulau kita itu ternyata berbeda-beda juga jumlahnya. Kementerian Kelautan dan Perikanan itu menyebutnya 17.504 pulau. Sedangkan Bakosurtanal bahkan menyebutnya 13.000 pulau. Satelit menyebutkan 18.000 pulau. Artinya memang soal data, kita memang harus berdebat,” katanya.

Namun demikian, menurut Prof. Ferdi, yang paling penting bukan sekadar angka statistik, melainkan kondisi nyata masyarakat di lapangan. Ia menilai apabila kondisi pangan benar-benar bermasalah, maka dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat luas.

“Kalau datanya itu mengatakan bohong berarti akan ada petani marah-marah. Akan ada masyarakat kelaparan. Nah ini bagaimana kelaparan badan saya sebesar ini makan terus kerjanya Pak Menteri,” ujarnya disambut tawa peserta dialog.

Ia menambahkan, selama dua momentum Lebaran terakhir, masyarakat tidak merasakan adanya krisis pangan ataupun kekurangan beras secara nasional.

“Dua kali kita melakukan Lebaran itu semuanya tidak ada yang mengatakan kita kekurangan pangan, tidak kekurangan beras. Kalau harga naik di beberapa tempat saya kira itu biasa,” katanya.

Share
Related Articles
menkop
Ragam

Peran Kepala Desa Penting untuk Operasional Kopdes/Kel Merah Putih

IKNPOS.ID - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa...

Melodia 2026
Ragam

BNI Dorong Generasi Muda Melek Keuangan Digital lewat Festival Cashless di Melodia 2026

IKNPOS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat edukasi...

BRIN
Ragam

Pengamat: Banjir Bandang Landa Sejumlah Wilayah, BRIN Kemana Elnino Godzilla?

IKNPOS.ID - Pengamat Pertanian dari Aliansi Petani Bersatu, Debi Syahputra mempertanyakan narasi...

wondr by BNI
Ragam

Fitur Life Goals di wondr by BNI Bantu Nasabah Rencanakan Ibadah Haji Lebih Mudah

IKNPOS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan fitur...