Prof. Ferdi juga menyoroti pentingnya pemberitaan yang berimbang terhadap capaian positif pemerintah. Menurutnya, keberhasilan di sektor pangan juga layak mendapatkan perhatian publik.
“Hal-hal yang baik yang positif itu harus diberitakan. Jangan hanya soal-soal yang negatif diberitakan. Memang kawan-kawan wartawan mengatakan the bad news is the good news. Tetapi hal-hal baik juga harus diberitakan,” katanya.
Ia menilai langkah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam memberantas mafia pangan dan memperkuat tata kelola sektor pertanian juga perlu mendapat dukungan bersama.
“Pak Menteri mengatakan kalau ada mafia kita berantas itu diberitakan. Jangan hanya didiam-diamkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Ferdi menyebut data yang disampaikan pemerintah saat ini telah memiliki dasar yang kuat dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia bahkan mengutip standar ketahanan pangan internasional yang memperbolehkan suatu negara melakukan impor pangan dalam batas tertentu.
“Saya baca di FAO itu juga mengatakan bahwa kita boleh kok impor sampai dengan 10 persen. Ternyata impor kita itu cuma 5 persen, artinya kita surplus 5 persen lagi,” katanya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa langkah-langkah yang dilakukan pemerintah di sektor pertanian berjalan ke arah yang benar.
“Artinya apa yang sudah dilakukan oleh Pak Menteri dan kawan-kawan, saya kira ini datanya sudah valid. Dan memang seharusnya kita meyakini itu dan kita berikan ucapan selamat kepada beliau, karena memang beliau sudah melakukan hal-hal yang menurut saya terbaik untuk negara ini,” tutup Prof. Ferdi.