Home Lifestyle Ekonomi Balikpapan ‘Mendingin’! Simak Dampak Ngeri Deflasi 2026 Bagi Dompet Anda
LifestyleNews

Ekonomi Balikpapan ‘Mendingin’! Simak Dampak Ngeri Deflasi 2026 Bagi Dompet Anda

Balikpapan waspada deflasi

Share
Share

IKNPOS.ID – Angin segar sekaligus sinyal waspada tengah berhembus di langit ekonomi Kota Beriman. Berdasarkan laporan terbaru, Kota Balikpapan secara resmi mencatatkan fenomena deflasi, di mana indeks harga konsumen menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

 

​Fenomena ini dipicu oleh melimpahnya pasokan bahan pokok di pasar-pasar utama, mulai dari komoditas bumbu dapur hingga produk hortikultura. Meski di satu sisi hal ini menjadi “kabar gembira” bagi para ibu rumah tangga karena pengeluaran dapur yang lebih hemat, para pakar ekonomi mulai menyoroti potensi penurunan daya beli yang mungkin tersembunyi di balik angka-angka tersebut.

Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada April 2026 terlihat kontras antara deflasi 0,05% di Balikpapan berhadapan dengan inflasi 0,33% di PPU. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menyatakan fenomena deflasi di Balikpapan ditopang oleh stabilisasi stok komoditas pangan strategis di tengah permintaan yang kembali normal pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri. Sebaliknya, PPU masih bergulat dengan keterbatasan pasokan bumbu-bumbuan dan minyak goreng kemasan, meski angka inflasi telah melandai dari 1,09% pada bulan sebelumnya.

“Perkembangan inflasi di Balikpapan dan PPU secara keseluruhan masih berada dalam koridor sasaran inflasi nasional 2026 sebesar 2,5% plus-minus 1%,” ujar Robi Ariadi dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026). Secara tahunan, inflasi Balikpapan tercatat 2,19% (year-on-year/yoy) dan PPU 2,10% (yoy). Keduanya lebih rendah dari inflasi nasional 2,42% (yoy) maupun gabungan 4 kota Kalimantan Timur 2,50% (yoy). Robi menyebutkan hal ini menjadi indikasi efektivitas koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga kestabilan harga.

Pemerintah kota bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kini terus memantau pergerakan pasar. Stabilitas harga memang menjadi prioritas, namun jika harga terus merosot tanpa kendali, dikhawatirkan para produsen dan pedagang lokal akan kehilangan margin keuntungan yang sehat, yang pada akhirnya bisa memperlambat roda ekonomi kota.

Share
Related Articles
News

Pengangguran di Kalteng Turun Tipis per Februari 2026, BPS Catat 51.710 Orang

IKNPOS.ID - Jumlah pengangguran di Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami penurunan tipis pada...