Home News Menggarap Potensi ‘Emas Hijau’ Nusantara: Rotan Sebagai Napas Baru Ekonomi IKN
News

Menggarap Potensi ‘Emas Hijau’ Nusantara: Rotan Sebagai Napas Baru Ekonomi IKN

Share
Menggarap Potensi 'Emas Hijau' Nusantara, Rotan Sebagai Napas Baru Ekonomi IKN
Menggarap Potensi 'Emas Hijau' Nusantara, Rotan Sebagai Napas Baru Ekonomi IKN
Share

IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara resmi mendorong masyarakat lokal di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, untuk mengambil peran dalam ekosistem ekonomi kreatif melalui pemanfaatan rotan.

Sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang melimpah di Kalimantan Timur, rotan diproyeksikan menjadi komoditas unggulan yang mampu mengangkat kesejahteraan warga sekaligus memperkuat identitas budaya Nusantara.

Strategi ini menjadi bukti bahwa pembangunan IKN tidak hanya terpaku pada megaproyek infrastruktur fisik, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi inklusif yang berkelanjutan.

Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menegaskan bahwa rotan adalah kunci untuk melahirkan pelaku usaha baru di wilayah delineasi IKN.

Melalui serangkaian pelatihan anyaman dan ukir kayu, masyarakat dibekali keterampilan teknis untuk mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai jual tinggi.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan rantai pasok lokal yang mandiri untuk memenuhi kebutuhan dekorasi dan furnitur di kawasan inti pemerintahan yang sedang tumbuh pesat.

“Rotan dikembangkan sebagai komoditas ekonomi kreatif di IKN. Langkah ini tidak hanya untuk meningkatkan perekonomian warga, tetapi juga upaya konkret melestarikan budaya lokal menuju ekosistem yang produktif dan berkelanjutan,” tegas Muhsin Palinrungi pada Sabtu (18/4/2026).

Menjelajahi Potensi Tersembunyi di Hutan Gunung Parung

Hingga saat ini, kekayaan rotan di wilayah IKN dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi terbesar ditemukan di kawasan hutan alam Gunung Parung, yang berjarak sekitar 12 kilometer dari Kelurahan Sepaku.

Melimpahnya bahan baku di “halaman rumah” sendiri ini menjadi pemicu bagi warga lokal untuk mulai beralih dari sekadar pengambil hasil hutan menjadi pengrajin produk seni yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Sebagai langkah nyata, Otorita IKN telah mengumpulkan perwakilan dari setiap kecamatan di wilayah IKN untuk mengikuti program inkubasi kerajinan.

Share
Related Articles
News

1.700 Personel Disiagakan Amankan Aksi 21 April di Samarinda

IKNPOS.ID - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menyiapkan pengamanan besar untuk mengawal aksi...