IKNPOS.ID – Langkah Universitas Hasanuddin untuk memperluas jejaknya ke Ibu Kota Nusantara mulai menemukan jalannya. Dukungan langsung dari Otorita IKN membuka peluang nyata bagi hadirnya kampus baru yang bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari ekosistem pembangunan kota masa depan Indonesia.
Di tengah proses pembangunan IKN yang terus berjalan, kolaborasi dengan dunia akademik menjadi salah satu kunci. Penandatanganan nota kesepahaman antara Otorita IKN dan Universitas Hasanuddin pada Jumat, 17 April 2026, menandai babak baru hubungan antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi.
Komitmen Bersama Membangun Ekosistem Pendidikan
Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada formalitas. Kedua pihak sepakat memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Fokusnya jelas, membangun sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa keterlibatan kampus menjadi bagian penting dalam proses ini. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Hasanuddin yang sejak awal telah menunjukkan dukungan.
“Kami mendorong keterlibatan mahasiswa untuk turut berkontribusi secara langsung. Kami juga siap mendukung apabila Unhas berencana mengembangkan kampus di IKN,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak hanya membuka ruang, tetapi juga siap memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan, termasuk penyediaan lahan.
IKN Sebagai Ruang Ekspansi Pendidikan Tinggi
Bagi Universitas Hasanuddin, peluang ini bukan sekadar ekspansi fisik. Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, melihat IKN sebagai ruang eksperimen dan sumber inspirasi baru bagi dunia pendidikan.
Ia menyebut bahwa sejak 2022, Unhas telah terlibat dalam berbagai dukungan terhadap pembangunan IKN. Kini, komitmen itu diperluas dengan rencana konkret, termasuk kemungkinan pembangunan kampus di kawasan tersebut.
“Ini adalah tempat untuk kita bereksperimen sebagai sumber inspirasi untuk anak bangsa,” ungkapnya.
Pernyataan itu mencerminkan bagaimana IKN dipandang bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai laboratorium hidup bagi inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.