IKNPOS.ID – Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah tahun 2026 berlangsung ketat. Salah satu tahapan penting yang dijalani peserta adalah deteksi dini penyalahgunaan narkotika melalui tes urine.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan para calon anggota Paskibraka memiliki integritas dan bebas dari pengaruh narkoba sebelum menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan.
“Pelaksanaan ini bagian dari komitmen pemerintah daerah memastikan para calon anggota Paskibraka memiliki integritas tinggi.Termasuk juga bersih dari pengaruh narkoba sebelum bertugas pada upacara kemerdekaan mendatang,” kata Wakil Bupati Kapuas saat meninjau langsung tes urine di Kuala Kapuas, Rabu.
Ia menegaskan, seleksi yang ketat menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang berkualitas. Para peserta yang lolos nantinya tidak hanya diharapkan unggul dalam aspek fisik dan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi pemuda lainnya dalam menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan seleksi ini juga diharapkan mampu menjaring putra-putri terbaik Kabupaten Kapuas yang sehat secara jasmani dan rohani. Dengan demikian, pelaksanaan tugas Paskibraka pada Agustus mendatang dapat berjalan optimal dan sukses.
Selain tes urine, peserta juga harus melewati sejumlah tahapan seleksi lainnya yang tidak kalah ketat. Mulai dari skrining awal, asesmen, hingga wawancara mendalam untuk menggali kepribadian dan kesiapan peserta.
“Tim seleksi juga melakukan pengecekan rekam jejak digital melalui media sosial para peserta guna memastikan kepribadian dan karakter calon Paskibraka sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Sebanyak 74 peserta mengikuti seleksi ini, terdiri dari 47 siswa dan 27 siswi. Mereka juga diberi kesempatan menampilkan kemampuan melalui sesi unjuk bakat guna menilai kepercayaan diri serta keterampilan non-akademis.
“Dari hasil tes urine peserta Paskibraka semuanya negatif atau baik,” kata Dodo.