IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di wilayahnya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajak warga mengembangkan usaha berbasis rotan sebagai bagian dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).
Upaya ini difokuskan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang dinilai memiliki potensi rotan cukup besar namun belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan ini, IKN ingin membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi berbasis budaya lokal.
Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN Muhsin Palinrungi menegaskan pentingnya pemanfaatan potensi tersebut oleh masyarakat setempat.
“Masyarakat diajak untuk memanfaatkan potensi rotan di Kecamatan Sepaku, yang dapat membuka peluang usaha,” ujar Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN Muhsin Palinrungi, Rabu, ketika ditanya menyangkut peluang usaha bagi warga lokal di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Ia menjelaskan, pembangunan IKN tidak semata berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui pendekatan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
“Rotan dikembangkan sebagai komoditas ekonomi kreatif di IKN,” katanya.
Lebih lanjut, Muhsin menyebut bahwa kerajinan rotan yang dihasilkan masyarakat Sepaku menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha lokal. Selain meningkatkan pendapatan warga, langkah ini juga berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Otorita IKN menggelar pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu yang diikuti perwakilan dari setiap kecamatan di wilayah delineasi IKN. Program ini ditujukan untuk membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
“Diharapkan pelatihan yang diberikan tersebut dapat menjadi langkah dalam melestarikan budaya lokal,” jelas Muhsin Palinrungi, sekaligus mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru di wilayah IKN.