IKNPOS.ID – Kesenjangan digital yang selama ini menghantui pelajar di wilayah terpencil Kalimantan Selatan mulai membahas titik terang. Menjelang pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang krusial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan resmi menggandeng PT Telkom Indonesia untuk melakukan penguatan infrastruktur jaringan internet secara masif hingga ke pelosok desa. Langkah strategi ini diambil guna memastikan setiap calon siswa memiliki kesempatan yang sama tanpa harus terkendala sinyal yang tidak stabil.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel Dedi Hidayat di Banjarbaru, Kamis, mengatakan, langkah ini untuk memastikan seluruh calon siswa, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat mengakses sistem pendaftaran secara lancar.
“Telkom telah menyiapkan perbaikan teknis dan pemetaan wilayah agar tidak ada gangguan, khususnya di daerah pelosok,” ucapnya.
Selain itu, Disdikbud Kalsel menyediakan kanal informasi publik berupa helpdesk, hotline, dan operator di tingkat sekolah dan dinas, agar masyarakat dapat memperoleh panduan pendaftaran secara real-time.
Setelah memastikan infrastruktur siap, Disdikbud Kalsel telah menyusun petunjuk teknis (juknis) SPMB 2026 sesuai Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Proyek percepatan digitalisasi ini berfokus pada titik-titik sekolah yang berada dalam zona “blank spot” atau wilayah dengan konektivitas rendah.
Dengan pemasangan perangkat transmisi terbaru dan optimalisasi bandwidth , para pelajar kini tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke kota hanya untuk mencari akses internet demi mengikuti ujian seleksi.
Disdikbud menegaskan bahwa keadilan akses pendidikan di era digital dimulai dari stabilitas jaringan yang merata.
Ia menjelaskan pelaksanaan SPMB 2026 tetap mengacu pada mekanisme sebelumnya, dengan komposisi nilai 70 persen rapor dan 30 persen tes kompetensi kademik (TKA). Jalur penerimaan terdiri dari jalur domisili 35 persen, jalur prestasi 30 persen, jalur afirmasi 30 persen, dan jalur mutasi 5 persen.