IKNPOS.ID – Era baru kemandirian energi kini menyapa wilayah tenggara Kalimantan. PT PLN (Persero) secara resmi mengoperasikan secara optimal Gardu Induk (GI) Satui untuk menjawab tantangan kebutuhan listrik yang kian meningkat pesat di kawasan tersebut.
Kehadiran infrastruktur vital ini diproyeksikan menjadi “tulang punggung” utama yang menjamin aliran daya tanpa henti, sekaligus memicu akselerasi ekonomi di sektor industri, pertambangan, hingga rumah tangga.
Pengoperasian GI Satui bukan sekadar penambahan aset teknis, melainkan langkah strategis PLN dalam menciptakan sistem interkoneksi yang lebih tangguh dan stabil. Dengan kapasitas yang mumpuni, GI Satui mampu meminimalisir risiko gangguan distribusi (biarpet) dan memberikan jaminan kualitas tegangan yang lebih baik bagi pelanggan di pelosok tenggara Kalimantan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di kawasan yang kaya akan sumber daya alam ini.
PLN menegaskan bahwa penguatan infrastruktur kelistrikan adalah syarat mutlak bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Kalimantan.
“GI Satui adalah bukti komitmen kami untuk menghadirkan terang hingga ke titik nadi ekonomi daerah. Kami memastikan bahwa ketersediaan daya tidak lagi menjadi kendala bagi pertumbuhan industri maupun kenyamanan warga di tenggara Kalimantan. Dengan listrik yang andal, kita sedang membangun fondasi bagi masa depan Kalimantan yang lebih modern dan kompetitif,” ujar manajemen PLN dalam tinjauan lapangannya.
Seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi pasca-interkoneksi sistem kelistrikan, PLN terus melakukan modernisasi pada berbagai lini distribusi. GI Satui kini dilengkapi dengan sistem pengawasan digital terkini guna memastikan setiap potensi gangguan dapat dideteksi secara dini. Melalui langkah transformatif ini, Kalimantan Tenggara kini siap melompat menjadi zona ekonomi baru yang didukung penuh oleh pasokan energi hijau dan berkelanjutan dari PLN.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memenuhi kebutuhan daya/tenaga listrik wilayah tenggara Kalimantan dengan membangun trafo 30 megavolt-ampere (MVA) di Gardu Induk (GI) 150 kilovolt (kV) Satui, di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.