Home News Masa Depan Cerah Menanti: Kaltim Tancap Gas Tuntaskan Masalah Putus Sekolah
News

Masa Depan Cerah Menanti: Kaltim Tancap Gas Tuntaskan Masalah Putus Sekolah

Anak Putus Sekolah Kaltim 2027

Share
(Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan pada tahun 2027, tidak ada lagi anak yang putus sekolah di wilayah tersebut, dan tertangani 100 persen.
(Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan pada tahun 2027, tidak ada lagi anak yang putus sekolah di wilayah tersebut, dan tertangani 100 persen.
Share

IKNPOS.ID – Kalimantan Timur tengah bersiap mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan nasional. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara resmi menetapkan target ambisius: penanganan 100 persen anak putus sekolah wajib tuntas pada tahun 2027. Visi besar ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah komitmen moral untuk memastikan setiap anak di Bumi Etam mendapatkan hak dasarnya guna menatap masa depan yang lebih kompetitif.

Melalui pendekatan “jemput bola”, Pemprov Kaltim akan mengintegrasikan data kependudukan dengan sistem pendidikan untuk melacak anak-anak yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah. Fokus utama akan diarahkan pada penyediaan bantuan finansial yang masif, perbaikan akses transportasi di wilayah pelosok, hingga penguatan jalur pendidikan non-formal (Paket A, B, dan C) bagi mereka yang sudah melampaui usia sekolah reguler.

Pemerintah meyakini bahwa keberhasilan pembangunan fisik di Kalimantan Timur harus dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni agar mampu bersaing di era Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Pendidikan adalah satu-satunya ‘lift’ sosial yang bisa mengangkat derajat kehidupan masyarakat. Kami menargetkan pada 2027, tidak boleh ada lagi anak di Kaltim yang tidak sekolah hanya karena kendala biaya atau jarak. Kita akan hadirkan intervensi total, karena satu anak yang kembali bersekolah adalah satu kemenangan bagi masa depan daerah ini,” tegas pejabat terkait di lingkungan Pemprov Kaltim.

Rencana besar ini juga melibatkan sinergi antara pemerintah kabupaten/kota serta sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dengan penyediaan fasilitas sekolah yang lebih merata dan peningkatan kualitas guru, Kaltim optimis angka partisipasi murni sekolah akan mencapai titik maksimal. Target 2027 ini menjadi tonggak penting bagi Kaltim untuk bertransformasi menjadi provinsi dengan indeks pembangunan manusia (IPM) tertinggi di Indonesia.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan pada tahun 2027, tidak ada lagi anak yang putus sekolah di wilayah tersebut, dan tertangani 100 persen.

Share