IKNPOS.ID – Fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus menekan biaya hidup masyarakat dan operasional publik menjadi alarm bagi percepatan transisi energi. Ketergantungan tinggi pada energi fosil dinilai tidak lagi relevan di tengah komitmen pemerintah untuk meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) demi kemandirian energi nasional.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur Nina Dewi menyatakan, kebijakan transisi energi kini menjadi agenda strategis nasional yang tidak bisa ditunda. Hal ini bertujuan agar ketahanan energi dalam negeri tidak rentan terhadap gejolak harga energi global.
“Target bauran energi baru terbarukan terus ditingkatkan. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk membangun sistem energi yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Nina dalam diskusi virtual bertajuk ”BBM Naik, Saatnya Beralih Panen Surya sebagai Solusi Energi Hemat dan Masa Depan Indonesia,” Selasa (7/4/2026).
Indonesia memiliki potensi energi surya yang melimpah, mencapai ribuan gigawatt, namun pemanfaatannya dinilai belum maksimal. Nina menekankan bahwa selain dukungan regulasi dan inovasi teknologi, diperlukan pemahaman komprehensif dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
Pemanfaatan panel surya kini kian relevan, bukan hanya sebagai solusi penghematan biaya secara teknis, melainkan juga bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih hijau. “Energi alternatif tidak hanya penting dari aspek teknologi, tetapi juga dari perspektif tata kelola pemerintahan dan efisiensi anggaran publik,” lanjut Nina.
Seiring dengan transisi tersebut, aparatur sipil negara (ASN) dituntut adaptif terhadap isu-isu masa depan. Selain penggunaan teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi juga dilakukan melalui kebijakan manajerial, seperti pengaturan pola kerja fleksibel atau bekerja dari rumah (work from home) pada hari-hari tertentu.
Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah sederhana yang berdampak konkret pada penurunan konsumsi energi harian di sektor pemerintahan. Transformasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya efisiensi anggaran sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik di tengah tantangan krisis energi.