Catatan Dahlan Iskan

Zaman Batu

Share
Ilustrasi Catatan Dahlan Iskan.--
Share

Oleh: Dahlan Iskan

Hari ini adalah deadline yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Iran: menyerah atau akan digempur habis-habisan sampai ludes. Dalam istilah Trump: Iran akan dihancurkan sampai menjadi seperti kembali ke zaman batu.

Trump sudah ingatkan: militer Amerika itu terhebat di dunia. Peralatan tempurnya termodern dan terbesar di muka bumi. Tidak ada benda sebesar biji sawi sekali pun yang bisa sembunyi dari intaian Amerika. Jajaran pemimpin Iran akan dihabisi sampai ke lapis keduanya.

Iran tetap tidak takut. Tidak mau menyerah. Bahkan marah. Istilah ”sampai menjadi kembali ke zaman batu” itu menyinggung perasaan terdalam mereka. Anda sudah tahu: bangsa Persia sudah maju di kala Amerika masih berada di zaman batu.

Menteri Perang Amerika Pete Hegseth lebih brutal lagi –kata-katanya. Sampai tidak pantas saya tulis di sini.

Kepercayaan diri Amerika seperti dapat momentum lima hari terakhir. Yakni ketika Amerika berhasil menyelamatkan pilot pesawat tempur yang ditembak jatuh di pegunungan Iran. Ketika pesawat itu jatuh pilotnya memijit tombol yang membuat dirinya terpental bersama dengan kursinya –sekaligus bisa menjadi pelampungnya. Begitulah semua pesawat tempur: pesawat boleh hancur pilotnya harus selamat.

Kisah penyelamatan pilot inilah yang kini jadi peristiwa kepahlawanan besar di Amerika. Itu dibuat kisah penyelamatan tentara dari sarang musuh. Perhatian orang Amerika fokus tertuju ke detik-detik penyelamatan itu. Mereka seperti sedang nonton film Hollywood.

Begitulah Amerika. Tidak hanya di film. Setelah tahu pilot pesawat tempur itu terperangkap di sarang musuh segala upaya dikerahkan. Digambarkan, Presiden Trump sendiri terus mondar-mandir di Gedung Putih: dari Oval Room ke War Room. Ia mengikuti dari detik ke detik pengerahan kekuatan untuk menyelamatkan satu orang itu.

Sang pilot hanya punya senjata minimalis: pistol. Tapi ia punya senjata kecil yang mahapenting: alat sebesar kacang yang bisa mengirim sinyal.

Sinyal itu masuk ke cloud-nya Amazon atau Oracle atau Google atau Microsoft. Dari sana menyebar ke pusat kendali militer Amerika.

Share
Related Articles
AWS, Microsoft, Google, dan Oracle adalah milik Amerika.
Catatan Dahlan Iskan

Kompor Oracle

Catatan Dahlan Iskan

Catatan Dahlan Iskan

Agus Mustofa

Oleh: Dahlan Iskan Lima jam sebelum meninggal ia memanggil putrinya: Citra P....

Catatan Dahlan Iskan--Rumah Ahmadi
Catatan Dahlan Iskan

Rumah Ahmadi

INILAH hak paten yang didapat Dasep Ahmadi di usia 60 tahunnya: ''rumah'' baterai....

Catatan Dahlan Iskan

Kang Dasep

Oleh: Dahlan Iskan Semasih mahasiswa pun ia sudah menjuarai lomba robot tingkat...