IKNpos.id – Komitmen untuk mewujudkan keadilan energi di seluruh pelosok Nusantara kian nyata. PT PLN (Persero) secara resmi melakukan akselerasi pada program Listrik Desa (Lisdes) melalui mekanisme Alokasi Biaya Tambahan (ABT) untuk menyinari desa-desa terpencil di Kalimantan Tengah. Langkah masif ini diambil guna memastikan tidak ada lagi warga di “Bumi Tambun Bungai” yang tertinggal dalam kegelapan di tengah pesatnya modernisasi.
Percepatan ini bukan sekadar urusan teknis pemasangan kabel, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk membuka isolasi ekonomi dan sosial. Dengan masuknya aliran listrik, sektor pendidikan, kesehatan, hingga geliat usaha mikro di tingkat desa diprediksi akan mengalami lonjakan produktivitas yang signifikan.
PLN fokus pada pembenahan infrastruktur di medan-medan sulit guna mengejar target rasio elektrifikasi 100 persen.
Pemerintah dan PLN meyakini bahwa akses listrik adalah kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan indeks pembangunan manusia di wilayah pedesaan.
PT PLN (Persero) terus mempercepat pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) dengan dukungan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2025/2026 guna menerangi desa-desa di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
Program yang dijalankan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menjadi langkah strategis dalam pemerataan akses listrik, khususnya bagi wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar.
PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) mendapat amanah untuk melistriki 35 desa di Kalteng dengan target rampung pada 30 April 2026 dan sebanyak lima desa telah menikmati listrik, sementara 18 desa lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Executive Vice President Pengembangan Listrik Desa PLN, Lambas Richard Pasaribu melalui keterangan tertulis Humas PT PLN UUD Kalselteng di Banjarbaru, Senin menegaskan percepatan program Lisdes bagian dari komitmen menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri.
“Pembangunan lisdes memiliki banyak tantangan, baik dari segi geografis maupun teknis. Namun dengan kolaborasi PLN dari pusat hingga daerah, kami optimistis percepatan dapat tercapai,” ujar Lambas yang hadir pada Apel Percepatan Program Lisdes di Palangka Raya, Kalteng, Rabu (25/3).