IKNpos.id – Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan Hero Setiawan menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pertanian Terintegrasi di Kota Amuntai pada Senin.
Menatap masa depan ketahanan pangan yang lebih tangguh, Wakil Bupati (Wabup) Hulu Sungai Utara (HSU) secara resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan jajaran pakar dan akademisi pertanian.
Langkah ini diambil guna mengimplementasikan sistem pertanian terintegrasi (integrated farming) yang diproyeksikan menjadi solusi jitu bagi optimalisasi lahan di wilayah “Bumi Itik” tersebut.
Sinergi ini bukan sekadar diskusi di atas kertas, melainkan upaya serius untuk mengawinkan kearifan lokal petani HSU dengan sentuhan teknologi modern berbasis riset.
Hero menjelaskan bahwa pemerintah daerah fokus pada revitalisasi itik Alabio serta konservasi kerbau rawa berbasis potensi lokal.
“Kami ingin program SITANI (Sistem Pertanian Terintegrasi) benar-benar terwujud dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi seluruh warga HSU,” tambah Hero.
Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem pertanian yang saling mendukung—mulai dari pengelolaan lahan rawa, pemilihan benih unggul, hingga sistem pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis.
Pemerintah meyakini bahwa keterlibatan para ahli akan meminimalisir risiko gagal panen sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertanian HSU di pasar nasional.
“Kita tidak bisa lagi bertani dengan cara-cara lama jika ingin maju. Dengan menggandeng para pakar, kita sedang menyuntikkan ilmu pengetahuan ke dalam lumpur sawah kita. Sinergi ini adalah kunci agar petani HSU tidak hanya lelah bekerja, tapi juga cerdas mengelola hasil dan sejahtera secara finansial,” tegas Wakil Bupati HSU dalam pertemuan koordinasi tersebut.
Pendamping akademik dari Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian ULM Ika Sumantri berperan memastikan penelitian standar internasional ini relevan dengan kondisi lapangan lokal.
Penelitian tersebut fokus mengkaji peran penting sektor peternakan dalam sistem pertanian terpadu di wilayah rawa.