Catatan Dahlan Iskan

Agus Mustofa

Share
Tafsir Ulul Albab, karya Agus Mustofa yang belum sempat diterbitkan.--
Share

Oleh: Dahlan Iskan

Lima jam sebelum meninggal ia memanggil putrinya: Citra P. Dini. Sang putri sedang salat tahajud di dekat sang ayah terbaring di rumah sakit.

Jam menunjukkan pukul 03.00. Sang putri menoleh ke arah ayah. Dia lihat sang ayah sedang kesulitan menuliskan sesuatu dengan HP-nya. Maka Dini mengambil HP dari tangan sang ayah.

“Mau menulis apa?”

“Tuliskan apa yang akan ayah ucapkan,” katanya. Suaranya sudah sangat lemah. Sudah agak cadel.

“Baik. Ayah bicara, saya yang menulis,” kata Dini sambil meraih HP dari tangan sang ayah.

Maka sang ayah mulai mendiktekan kata-kata. Sang putri tidak segera mau menuliskan kata-kata itu.

“Tulis saja,” kata sang ayah.

“Tidak mau,” jawab sang putri.

Ternyata kata-kata yang diucapkan itu seperti ini: telah meninggal dunia, Agus Mustofa, pada hari ini tanggal 29 Maret 2026.

Setelah melihat mimik wajah sang ayah akhirnya Dini menuliskan kata-kata itu. Lalu dia save. Itu untuk menyenangkan sang ayah yang kelihatan sedih ketika sang putri tidak mau menuliskannya. Tapi ada satu kata yang tetap tidak dia tulis: tanggal kematian itu. Dia tidak mau ayahnyi meninggal di tanggal tersebut –yang tak lain adalah tanggal kematian yang sebenarnya.

Lima jam kemudian sang ayah meninggal: 29 Maret 2026.

Saat kabar itu datang saya sedang di Jakarta. Kaget. Ketika saya tengok Agus di RS kondisinya masih segar. Seluruh organ tubuhnya normal. Hasil CT scan dan MRI juga baik. Meski sudah 14 hari di RS belum ditemukan penyakitnya.

Saya menulis ini karena Agus Mustofa pernah lama jadi anak buah kebanggaan saya. Ia satu-satunya wartawan kami yang punya pendidikan teknik nuklir: alumnus UGM Yogyakarta.

Waktu itu saya memang ingin punya wartawan dengan segala macam latar belakang pendidikan. Ada yang teknik sipil, teknik mesin, elektro, dokter, dan Agus Mustofa.

Suatu saat Menristek Prof B.J. Habibie akan memberikan seminar di Jerman. Beliau ingin mengajak wartawan yang memahami teknologi. Dari banyak wartawan yang dinominasikan, Agus Mustofa yang lolos seleksi. Ia pun ke Jerman bersama Pak Habibie.

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan--Rumah Ahmadi
Catatan Dahlan Iskan

Rumah Ahmadi

INILAH hak paten yang didapat Dasep Ahmadi di usia 60 tahunnya: ''rumah'' baterai....

Catatan Dahlan Iskan

Kang Dasep

Oleh: Dahlan Iskan Semasih mahasiswa pun ia sudah menjuarai lomba robot tingkat...

Rencana Pindah
Catatan Dahlan Iskan

Rencana Pindah

Oleh: Dahlan Iskan Kian simpang siur. Pun setelah seluruh dunia ikut menderita...

Catatan Dahlan Iskan

Iri Masyaallah

Oleh: Dahlan Iskan Saat saya di Yaman itu rupanya lagi musim kawin....