Home Ragam Melihat Museum Mulawarman di Tepi Sungai Mahakam Kaltim 
Ragam

Melihat Museum Mulawarman di Tepi Sungai Mahakam Kaltim 

Share
Foto: Indonesia Kaya
Foto: Indonesia Kaya
Share

IKNPOS.ID – Di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, berdiri sebuah bangunan putih megah yang menjadi bagian sejarah Nusantara. Museum Mulawarman di Tenggarong, Kutai Kartanegara, bukan sekadar ruang pamer benda kuno tapi menghubungkan masa kini dengan kejayaan Kerajaan Kutai Martadipura hingga Kesultanan Kutai Kartanegara.

Bangunan ikonik ini memiliki akar sejarah yang kuat. Sebelum bertransformasi menjadi museum pada 25 November 1971, gedung ini merupakan Istana Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Dibangun pada medio 1936-1937 oleh Sultan Aji Muhammad Parikesit, arsitekturnya mengadopsi gaya Eropa klasik modern hasil rancangan arsitek Belanda, HLJM Estourgie. Pilar-pilar kokoh dan simetri yang elegan menjadikannya salah satu bangunan paling megah di Kalimantan pada masanya.

Penamaan “Mulawarman” sendiri merupakan bentuk penghormatan kepada Raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai Martapura, sosok dermawan yang membawa peradaban Hindu-Buddha pertama di tanah air. Kini, museum ini menyimpan lebih dari 5.000 koleksi yang mencakup bidang geologi, arkeologi, hingga etnografi, memberikan gambaran utuh mengenai evolusi budaya di “Benua Etam”.

Memasuki aula utama, pengunjung akan disambut oleh singgasana jati berukir lapis emas dan beludru merah yang dahulu digunakan dalam upacara penobatan. Di sudut lain, replika Prasasti Yupa berdiri tegak, mengingatkan pada awal mula pengenalan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta di Nusantara pada abad ke-4 Masehi. Koleksi perhiasan seperti Kalung Uncal dan Ketopong Sultan yang terbuat dari emas murni kian mempertegas kemegahan masa lalu.

Hubungan maritim mancanegara pun terekam jelas melalui koleksi keramik dari Dinasti Ming, Qing, dan Yuan yang ditemukan di sekitar Kutai Lama. Selain itu, sinkretisme kepercayaan lokal tercermin dari keberadaan arca Hindu-Buddha serta patung mitologi Lembuswana yang menjadi simbol kekuatan spiritual kesultanan.

Selain artefak kerajaan, Museum Mulawarman menjadi rumah bagi kekayaan budaya Suku Dayak. Mulai dari kain tenun Ulap Doyo yang artistik, ukiran kayu yang rumit, hingga alat musik tradisional seperti Sape, semuanya tersaji secara apik. Di area luar, sebuah totem kayu ulin setinggi 13 meter berdiri menjulang, menggambarkan siklus hidup masyarakat Dayak yang selaras dengan alam.

Share
Related Articles
BTN
Ragam

BTN Siapkan KPR hingga 40 Tahun untuk Hunian TOD Manggarai, Bunga 6% hingga Lunas

IKNPOS.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan skema Kredit...

Jasindo
Ragam

Tanggap Darurat Bencana, Asuransi Jasindo Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Flores

IKNPOS.ID - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau dikenal dengan Asuransi Jasindo...

Jasindo
Ragam

Maknai Kemerdekaan, Asuransi Jasindo Perkuat Perlindungan bagi Masyarakat dan Aset Strategis Bangsa

IKNPOS.ID - Memaknai kemerdekaan bukan sekadar mengenang sejarah perjalanan bangsa, melainkan terus...

PLN
Ragam

PLN Percepat Pemulihan, Fasilitas Umum dan Vital di Flores Dipastikan Teraliri Listrik

IKNPOS.ID - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN...