IKNpos.id – Sanitasi bukan sekedar urusan toilet, melainkan fondasi utama martabat suatu daerah. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menaruh perhatian serius pada Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, di Samarinda, Kamis, menegaskan bahwa capaian sanitasi di Bumi Etam saat ini masih menyisakan pekerjaan rumah yang signifikan.
Berdasarkan data terbaru, cakupan sanitasi layak di Kaltim memang telah mencapai angka 87–88 persen. Namun, Sri menekankan bahwa fokus pemerintah kini harus bergeser dari sekadar “layak” menjadi “aman”.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap wilayah jengkal di Kaltim memiliki sistem pembuangan limbah yang tidak hanya layak, tetapi benar-benar aman bagi ekosistem.
Melalui peta jalan PPSP, Pemprov Kaltim berupaya memutus rantai pencemaran lingkungan yang sering bersumber dari buruknya manajemen limbah domestik. Fokusnya kini beralih dari sekadar “membuang” menjadi “mengolah”.
Transformasi ini menggalang kolaborasi ketat antara pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan infrastruktur yang mampu mencegah kontaminasi udara tanah.
Kualitas sanitasi yang buruk adalah ancaman nyata bagi angka stunting dan produktivitas warga. Oleh karena itu, penundaan ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang tidak dapat ditunda lagi.
“Sanitasi aman adalah hak dasar setiap warga Kalimantan Timur. Melalui PPSP, kita tidak hanya membangun pipa dan tangki septik, tetapi kita sedang membangun peradaban sehat agar generasi mendatang tumbuh di lingkungan yang bersih tanpa polusi,” ungkap perwakilan Pemprov Kaltim dalam koordinasi teknis terbaru.
Implementasi program ini juga melibatkan edukasi masif kepada masyarakat tentang pentingnya tangki septik yang memenuhi standar SNI serta sistem drainase yang terintegrasi.
Dengan data yang akurat dan perencanaan yang matang, Kalimantan Timur optimis mampu melampaui target nasional dalam penyediaan sanitasi akses secara menyeluruh.