IKNpos.id – Langit Samarinda seketika kelabu saat asap hitam pekat membumbung tinggi dari kompleks SMPN 2 Samarinda. Sebuah musibah besar menghantam salah satu sekolah unggulan di Kota Tepian ini.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda Kalimantan Timur menyatakan peristiwa kebakaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Samarinda pada Rabu, menghanguskan delapan ruang.
Dinas Damkar dan Penyelamatan Samarinda mencatat kejadian tersebut mulai berlangsung pada pukul 15.20 Wita, pada bangunan SMPN 2 di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar.
Si jago merah dengan beringas melalap bangunan sekolah, menyebabkan sedikitnya delapan ruang kelas yang biasanya riuh dengan aktivitas belajar mengajar kini berubah menjadi puing dan abu.
Kejadian yang berlangsung cepat ini mengejutkan seluruh warga sekolah. Meski tim pemadam kebakaran dari berbagai satuan relawan segera diterjunkan ke lokasi, material bangunan yang mudah terbakar serta tiupan angin kencang membuat api dengan mudah merambat dari satu ruangan ke ruangan lainnya.
Perjuangan Melawan Api dan Keputusasaan
Petugas pemadam kebakaran berjibaku selama beberapa jam untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke gedung utama dan laboratorium. Namun, kerusakan pada delapan ruang kelas tersebut tak terelakkan. Meja, kursi, hingga dokumen-dokumen penting milik sekolah dilaporkan ikut hangus terpanggang.
Tim pemadam di lapangan mendapat tambahan bantuan 20 unit mesin pompa portabel yang dioperasikan oleh berbagai kelompok relawan Kota Samarinda.
Operasi pemadaman, imbuh dia, berjalan lancar karena petugas gabungan tidak menemukan kendala akses maupun hambatan teknis di lokasi kejadian.
Dugaan sementara dari pihak berwenang menyebutkan pemicu kebakaran tersebut adalah masalah arus pendek listrik (korslet) di lantai dua bangunan sekolah.
Penanganan darurat di lapangan melibatkan sejumlah unsur termasuk Palang Merah Indonesia, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah hingga tim medis Info Taruna Samarinda
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP untuk menyelidiki penyebab pasti munculnya titik api. Dugaan sementara mengarah pada korsleting arus listrik di salah satu ruangan, namun investigasi lebih lanjut masih terus berjalan guna memastikan faktor pemicu musibah ini.