IKNpos.id – Di tengah dinamika geopolitik global yang kian tak menentu, kedaulatan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan militer, melainkan dari seberapa tangguh ketahanan energinya.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan penggunaan energi yang hemat dan bertanggung jawab menjadi salah satu kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Pertamina Kalimantan kini berdiri di garda terdepan, menyuarakan pesan krusial: bahwa penggunaan energi yang bertanggung jawab bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak untuk menjaga stabilitas nasional.
Kalimantan, sebagai salah satu lumbung energi terbesar, memegang peranan penting. Namun, mengungkapkan sumber daya ini harus dibarengi dengan pola konsumsi yang cerdas dan efisien dari seluruh lapisan masyarakat agar masa depan energi kita tetap terjamin.
Transformasi Pola Pikir: Energi Sebagai Amanah
Pertamina juga meminta masyarakat agar tak perlu khawatir dengan beredarnya isu kenaikan harga BBM dalam beberapa waktu terakhir, khususnya BBM subsidi yang sempat memicu antrean di sejumlah SPBU.
“Memang terdapat kekhawatiran dari masyarakat sejak beredar isu kenaikan harga BBM, khususnya BBM subsidi, yang kemudian berdampak pada antrean. Namun, pemerintah telah menegaskan per 1 April tidak ada kenaikan harga BBM. Pertamina sebagai operator akan selalu patuh terhadap regulator, yaitu pemerintah,” tegas Edi Mangun selaku Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun dihubungi dari Palangka Raya, Kamis.
Oleh karenanya masyarakat diharap tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya, yang berpotensi memicu kepanikan seperti halnya pembelian panik atau panic buying.
Pertamina Regional Kalimantan terus melakukan akselerasi distribusi sambil mengedukasi masyarakat. Ketahanan energi nasional sangat bergantung pada keseimbangan antara ketersediaan (supply ) dan pengendalian permintaan ( demand ). Setiap tetes bahan bakar yang digunakan secara bijak merupakan kontribusi nyata dalam menekan beban subsidi negara dan memperkuat struktur ekonomi makro.