IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN) membuktikan diri bukan sekadar pusat pemerintahan masa depan, melainkan mesin ekonomi baru yang mulai menderu.
Momentum Idulfitri 1447 H menjadi saksi bisu bagaimana Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) berubah menjadi magnet ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kemajuan fisik Nusantara telah menciptakan gelombang konsumsi yang luar biasa, memberikan suntikan modal nyata bagi warga sekitar dan pelaku usaha kreatif.
Kenaikan pendapatan yang dialami para pedagang di kawasan IKN selama libur Lebaran 2026 ini bukan lagi sekadar angka kecil.
Beberapa gerai makanan dan minuman melaporkan lonjakan omzet hingga sepuluh kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Arus kunjungan masyarakat yang datang untuk melihat langsung progres pembangunan tidak hanya menciptakan keramaian. Tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi. Kami melihat bagaimana kunjungan ini telah mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat secara signifikan,” ujar Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw.
Daftar Bisnis yang Paling Cuan di IKN
Beberapa sektor kuliner dan merchandise mencatat performa luar biasa di berbagai titik strategis seperti Area Glamping dan Plaza Seremoni:
- Kuliner Tradisional & Modern: Penjual Dawet Ayu “Bang Brewok” mencatat angka Rp12 juta per hari, sementara Café Sepaku Empat sukses mengantongi hingga Rp15 juta per hari berkat kudapan Mochi yang viral di kalangan anak-anak.
- Souvenir & Fashion: Penjualan baju bertema Nusantara meningkat dua kali lipat, menunjukkan minat tinggi wisatawan untuk membawa “potongan sejarah” IKN ke rumah mereka.
- Lifestyle Coffee: Goffee Latte dan BJ Resto mencatat bahwa setiap ada event atau libur nasional, pendapatan mereka mampu menyentuh angka Rp15 juta, jauh melampaui rata-rata harian yang hanya di kisaran Rp2-3 juta.
Infrastruktur Jadi Kunci Kemenangan
Kesuksesan ekonomi ini tidak lepas dari kebijakan Otorita IKN yang membuka akses jalan menuju kawasan inti selama periode libur.