Home News Harta Karun Tersembunyi! 24 Desa di Tanah Laut Berada di Garis Pantai, Masa Depan Ekonomi Kalsel?
News

Harta Karun Tersembunyi! 24 Desa di Tanah Laut Berada di Garis Pantai, Masa Depan Ekonomi Kalsel?

Desa Pesisir Tanah Laut

Share
Peta sebaran desa pesisir di Kabupaten Tanah Laut yang memperlihatkan garis pantai panjang dengan potensi kelautan dan perikanan yang melimpah.
Peta sebaran desa pesisir di Kabupaten Tanah Laut yang memperlihatkan garis pantai panjang dengan potensi kelautan dan perikanan yang melimpah.
Share

IKNpos.id – Kabupaten Tanah Laut kini tengah memfokuskan pandangannya ke ufuk timur dan selatan. Dalam sebuah pemaparan strategis, Bupati menegaskan kembali identitas geografis Bumi Tuntung Pandang sebagai daerah maritim yang krusial.

Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan H Rahmat Trianto menyebutkan, di kabupatennya ada enam kecamatan dan 24 desa tinggal di garis pantai, sehingga sudah sepantasnya pemerintah daerah untuk memikirkannya.

“Hampir 15 persen masyarakat tinggal di situ mencari kehidupan hari-harinya melaut atau profesi nelayan,” ujar H Rahmat Trianto, pada acara peluncuran atau Launching Inovasi Daerah Siap Melaut, di Desa Sungai Rasau, Kecamatan Bumi Makmur, Rabu.

Tercatat, sebanyak 24 desa yang tersebar di enam kecamatan itu berdiri kokoh tepat di garis pantai, menjadikan kawasan ini sebagai “beranda depan” yang sarat akan potensi sekaligus tantangan ekologis.

Menurut dia, berdasarkan hal itu, program Inovasi Daerah Siap Melaut pihaknya luncurkan dengan tujuan agar dalam melaut para nelayan daerah tersebut nyaman dalam semua hal.

Enam kecamatan pesisir ini bukan sekadar titik koordinat di peta, melainkan urat nadi ekonomi yang menghubungkan daratan Kalimantan dengan kekayaan sumber daya laut yang tak terbatas.

Begitu juga dalam hal melaut, jelas dia, kapal-kapalnya harus berizin dulu dan ketika meninggalkan keluarga harus tenang, karena kalau ada salah satu keluarga yang sakit siapa yang membiayai.

Sinergi Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

Keberadaan puluhan desa di bibir pantai ini membawa konsekuensi besar bagi arah pembangunan daerah. Fokus pemerintah kini tidak hanya pada eksploitasi hasil laut, tetapi juga pada penguatan mitigasi bencana dan penataan kawasan pemukiman yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Bupati menekankan bahwa desa-desa pesisir ini adalah ujung tombak pariwisata dan perikanan. Dari sektor wisata, pantai-pantai ikonik di enam kecamatan tersebut telah menjadi magnet bagi ribuan pelancong setiap pekannya. Namun, tantangan seperti abrasi dan kenaikan permukaan air laut menuntut kebijakan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Share