IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menghadirkan nuansa berbeda bagi masyarakat yang datang ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Melalui berbagai pagelaran seni dan hiburan, pengunjung diajak lebih dekat dengan kekayaan budaya Nusantara.
Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang lebih hidup di kawasan IKN.
“Pagelaran seni dan hiburan menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana yang lebih hidup kepada pengunjung di KIPP IKN,” ujar Troy dikutip dari Antara, Rabu, 1 April 2026.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang datang berkunjung.
“Pagelaran itu sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang berkunjung ke KIPP IKN,” tambahnya.
Dalam pertunjukan tersebut, Sanggar Seni Serumpun Lima dari Kota Balikpapan menampilkan busana khas seperti kostum hudoq, yang merepresentasikan makhluk mitologis suku Dayak Bahau dan Dayak Modang, serta kostum garuda sebagai simbol negara.
Tak hanya itu, pertunjukan juga memadukan musik modern dengan alat musik tradisional sape khas Kalimantan Timur, yang dikemas dalam konsep Simfoni Swara Nusantara. Perpaduan ini menghadirkan harmoni antara seni tradisional dan kekinian di ruang publik IKN.
Menurut Troy, seni dan budaya yang ditampilkan menjadi bagian penting dalam memperkaya pengalaman pengunjung. Selain menyaksikan perkembangan pembangunan, masyarakat juga dapat berinteraksi langsung dengan beragam ekspresi budaya Indonesia.
Ia menegaskan, langkah ini menjadi salah satu cara menyambut masyarakat dari berbagai daerah sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan seni dan budaya Nusantara di kawasan ibu kota baru.
Kehadiran pagelaran seni tersebut pun mendapat respons positif dari para pengunjung. Eko Supriono, warga Kota Balikpapan, mengaku suasana IKN kini terasa lebih ramai dan menarik.
“Sekarang dengan adanya pagelaran itu suasana lebih hidup, bahkan sampai ke kawasan Istana, sudah seperti kota besar,” ucapnya.
Hal serupa juga disampaikan Hambali, warga Kecamatan Babulu, yang menilai pagelaran seni tidak hanya memberikan pengalaman melihat pembangunan, tetapi juga menjadi hiburan tambahan bagi pengunjung.
“Adanya pagelaran seni dan hiburan tidak hanya menawarkan pengalaman melihat pembangunan bagi para pengunjung, tetapi juga hiburan yang melengkapi suasana,” ungkapnya.