Home News Harga Minyak Bisa Sentuh 150 Dolar, Ekonomi Global Perlu Waspada
News

Harga Minyak Bisa Sentuh 150 Dolar, Ekonomi Global Perlu Waspada

Share
Krisis Energi, Ilustrasi: DALL·E 3
Share

IKNPOS.ID – CEO BlackRock, Larry Fink, menyampaikan peringatan penting terkait potensi lonjakan harga minyak global. Dalam wawancara dengan BBC, ia menilai harga minyak berpeluang menyentuh 150 dolar per barel jika ketegangan geopolitik, khususnya di Timur Tengah, tidak mereda.

Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Sebagai pemimpin perusahaan pengelola aset terbesar di dunia dengan nilai mencapai 14 triliun dolar, Fink memiliki pandangan luas terhadap pergerakan ekonomi global. Ia menekankan bahwa kondisi saat ini masih penuh ketidakpastian, sehingga berbagai skenario, termasuk yang ekstrem, perlu diperhitungkan.

Harga Minyak dan Arah Ekonomi Dunia

Menurut Fink, harga energi memiliki peran krusial dalam menentukan arah ekonomi global. Jika konflik dapat diselesaikan dan stabilitas kembali terjaga, harga minyak berpotensi turun ke level yang lebih normal.

Namun sebaliknya, jika ketegangan terus berlangsung, harga minyak bisa bertahan di atas 100 dolar, bahkan mendekati 150 dolar per barel dalam jangka waktu tertentu. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan tekanan besar terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Ia menggambarkan kenaikan harga energi sebagai “pajak regresif”, yang berarti dampaknya lebih berat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Biaya transportasi, produksi, hingga kebutuhan sehari-hari akan ikut terdorong naik, sehingga menekan daya beli.

Bukan Prediksi Pasti, Melainkan Skenario Risiko

Fink menegaskan bahwa angka 150 dolar bukanlah prediksi pasti, melainkan bagian dari skenario risiko yang perlu diwaspadai. Pergerakan harga minyak sangat dipengaruhi oleh faktor geopolitik, terutama stabilitas kawasan penghasil energi utama dunia.

Dalam konteks ini, pasar energi menjadi sangat sensitif terhadap perkembangan konflik. Sedikit perubahan situasi dapat memicu lonjakan atau penurunan harga secara signifikan dalam waktu singkat.

Dorongan ke Energi Alternatif

Lonjakan harga minyak dalam jangka panjang juga dinilai dapat mempercepat transisi menuju energi alternatif. Negara-negara diperkirakan akan semakin aktif mengembangkan sumber energi seperti tenaga surya dan angin untuk mengurangi ketergantungan pada minyak.

Fink menyarankan pendekatan yang pragmatis dalam kebijakan energi. Setiap negara perlu memanfaatkan sumber daya yang tersedia, sambil tetap berinvestasi pada energi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Menurutnya, ketersediaan energi murah menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

Share
Related Articles
Filipina Darurat Energi, Bangladesh Kehabisan BBM, Indonesia Mulai Waspada!
News

Filipina Darurat Energi, Bangladesh Kehabisan BBM, Indonesia Mulai Waspada!

IKNPOS.ID - Gejolak konflik di kawasan Timur Tengah kini mulai memicu efek...

Polri Buka Besar-besaran 6.941 Formasi Akpol, Bintara, & Tamtama
News

Peluang Emas 2026! Polri Buka Besar-besaran 6.941 Formasi Akpol, Bintara, & Tamtama: Cek Syarat Nilai & Tinggi Badan Di Sini!

IKNPOS.ID - Kabar gembira bagi para pejuang seragam cokelat di seluruh pelosok...

Awas Fitnah! Natalius Pigai Siapkan Langkah Hukum Seret Penyebar Hoaks, Jangan Sampai Anda Ikut Menyebarkannya
News

Awas Fitnah! Natalius Pigai Siapkan Langkah Hukum Seret Penyebar Hoaks, Jangan Sampai Anda Ikut Menyebarkannya

IKNPOS.ID - Ruang digital Indonesia kembali memanas akibat serangan disinformasi yang menyasar...

News

Nusantara Information Center Jadi Pusat Rujukan Pengunjung IKN

IKNPOS.ID - Pada momen libur Lebaran tahun ini, Nusantara Information Center (NIC)...