Home News Diskon Listrik Dihapus! Ancaman Inflasi Mengintai, Airlangga Tetap Yakin Ekonomi Tumbuh 5,5%
News

Diskon Listrik Dihapus! Ancaman Inflasi Mengintai, Airlangga Tetap Yakin Ekonomi Tumbuh 5,5%

Kebijakan pemerintah pada 2026 membawa kabar kurang menggembirakan bagi masyarakat.

Share
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/12/2024). (ANTARA/Livia Kristianti)
Share

IKNPOS.ID – Kebijakan pemerintah pada 2026 membawa kabar kurang menggembirakan bagi masyarakat. Program diskon tarif listrik yang sempat diberikan tahun lalu resmi dihentikan, sehingga berpotensi mendorong kenaikan inflasi.

Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tetap optimistis terhadap kinerja ekonomi nasional. Ia meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa mencapai 5,5 persen, terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

Airlangga menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya, laju inflasi sempat tertahan berkat adanya diskon tarif listrik hingga 50 persen. Kebijakan tersebut membuat komponen biaya listrik mengalami penurunan.

Namun, pada tahun ini kebijakan tersebut tidak lagi diberlakukan.

“Tahun ini tidak ada (diskon listrik), berarti angkanya akan lebih tinggi,” ujar Airlangga kepada Disway dan media lainnya secara daring, pada Minggu (22/03).

Dengan berakhirnya subsidi tersebut, pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan listrik kembali normal. Kondisi ini dinilai akan memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski ada potensi kenaikan harga, pemerintah tetap percaya diri terhadap prospek ekonomi nasional. Airlangga menilai momentum Ramadan dan Lebaran menjadi pendorong utama konsumsi masyarakat.

“Target 5,5 persen bisa dicapai dari geliat selama Ramadhan,” katanya.

Peningkatan belanja, terutama untuk kebutuhan hari raya dan perjalanan mudik, diyakini mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan berbagai stimulus pengganti yang difokuskan pada sektor transportasi dan bantuan sosial. Program tersebut meliputi diskon tiket pesawat, kereta api, dan kapal laut, potongan tarif tol selama musim mudik, serta bantuan pangan bagi jutaan keluarga.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat tetap kuat di tengah potensi kenaikan harga.

Pemerintah juga menilai bahwa lonjakan inflasi pasca-Lebaran masih berada dalam batas wajar dan tidak akan terlalu signifikan. Dengan dukungan konsumsi yang tetap tinggi serta berbagai stimulus ekonomi, target pertumbuhan 5,5 persen dinilai tetap realistis untuk dicapai.

Share
Related Articles
Emas
News

Mengapa Harga Emas Antam Malah Anjlok di Tengah Ketegangan Iran-AS-Israel?

IKNPOS.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) justru...

News

Anggota Polda Metro Jaya Gugur Saat Bertugas Amankan Arus Mudik Lebaran 2026

IKNPOS.ID - Kabar duka datang dari jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro...

Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Huntara di Aceh
News

Teknologi Tanpa Alat Berat! Huntara Aceh Tamiang Dibangun Cepat, Warga Bisa Lebaran dengan Nyaman

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghadirkan inovasi dalam pembangunan hunian sementara (huntara) bagi...

Menteri PU Dody Hanggodo tegaskan komitmen pada pembangunan IKN.
News

Prabowo Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Warga Haru: Bisa Lebaran di Rumah, Ini Berkah

Menteri PU Dody Hanggodo mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung huntara bagi...