Home News Apa Itu Hilal, Fenomena Bulan Sabit yang Menentukan Awal Kalender Hijriah
News

Apa Itu Hilal, Fenomena Bulan Sabit yang Menentukan Awal Kalender Hijriah

Share
Hilal, Image: DALL·E 3
Share

IKNPOS.ID – Fenomena hilal selalu menjadi momen yang dinanti, terutama menjelang datangnya bulan Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Di langit senja, sebuah lengkungan tipis cahaya muncul sesaat setelah matahari terbenam. Itulah yang disebut hilal, tanda dimulainya bulan baru dalam kalender Islam.

Namun, di balik bentuknya yang sederhana, hilal menyimpan makna yang dalam, baik secara keagamaan maupun ilmiah. Banyak orang melihatnya sebagai simbol, tetapi tidak semua memahami bagaimana proses kemunculannya dan mengapa hilal sering kali sulit terlihat.

Pengertian Hilal dalam Perspektif Keagamaan

Hilal adalah bulan sabit pertama yang tampak setelah fase konjungsi atau ijtimak, yaitu saat matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis lurus. Dalam Islam, kemunculan hilal menjadi penentu dimulainya bulan Hijriah.

Penetapan ini berakar dari ajaran Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam hadis:

“Berpuasalah kamu karena melihat hilal, dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika tertutup oleh awan, maka sempurnakanlah bilangan bulan menjadi 30 hari.”

Kutipan tersebut menunjukkan bahwa pengamatan hilal bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki dasar kuat dalam praktik ibadah umat Islam. Oleh karena itu, kegiatan rukyatul hilal atau pengamatan langsung menjadi bagian penting dalam menentukan awal bulan.

Proses Terbentuknya Hilal secara Ilmiah

Secara astronomi, hilal muncul setelah bulan melewati fase bulan baru. Pada fase ini, bulan berada di antara bumi dan matahari sehingga sisi yang menghadap bumi tidak mendapatkan cahaya.

Beberapa waktu setelah itu, bulan bergerak sehingga sebagian kecil permukaannya mulai menerima cahaya matahari dan dapat terlihat dari bumi sebagai lengkungan tipis.

Ada beberapa faktor ilmiah yang memengaruhi terlihat atau tidaknya hilal:

Ketinggian Bulan

Ketinggian bulan di atas ufuk saat matahari terbenam menjadi faktor utama. Semakin tinggi posisi bulan, semakin besar peluang hilal untuk terlihat.

Elongasi

Elongasi adalah jarak sudut antara matahari dan bulan. Jika jaraknya terlalu kecil, cahaya bulan akan kalah oleh cahaya matahari sehingga sulit diamati.

Share
Related Articles
News

Jelajah IKN tanpa Kendaraan Pribadi, Shuttle Listrik Jadi Andalan

fin.co.id - Libur panjang selalu identik dengan kemacetan dan padatnya kendaraan pribadi....

News

Prabowo Sindir Gubernur Kaltim yang Beli Mobil Dinas Rp 8 M: Presiden Saja Pakai Maung Rp700 Juta

IKNPOS.ID - Di tengah upaya besar pemerintah untuk menekan pengeluaran negara, Presiden...

News

Polres Penajam Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Shalat Id di Masjid Negara IKN

IKNPOS.ID - Polres Penajam Paser Utara menyiapkan langkah antisipasi guna mengurai potensi...

News

Tol IKN Dibuka Lebih Awal Saat Idul Fitri 2026, Dukung Shalat Id Perdana di Masjid Negara

IKNPOS.ID - Akses jalan tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dibuka...