IKNPOS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengarahkan jajarannya untuk memperkuat langkah penghematan energi nasional dengan pendekatan yang lebih terfokus. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga ketahanan energi di tengah ketidakpastian global.
Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (19/3), saat Presiden menerima laporan dari sejumlah menteri terkait upaya antisipasi pemerintah menghadapi potensi krisis minyak akibat konflik di kawasan Teluk dan Timur Tengah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya strategi yang tepat dalam mengelola konsumsi energi nasional.
“Presiden membahas langkah-langkah strategis terkait rencana penghematan energi di berbagai sektor sebagai antisipasi atas dinamika politik di kawasan Timur Tengah yang dapat mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global,” kata Teddy di Jakarta, Kamis.
“Presiden menginstruksikan agar efisiensi difokuskan pada beberapa sektor spesifik guna menjaga stabilitas dan ketahanan energi dalam negeri,” sambung Teddy.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan dari sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Turut hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, serta Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
Sekretariat Presiden dalam keterangan resminya menegaskan bahwa langkah efisiensi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.
“Melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah berupaya memastikan kebijakan penghematan energi dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat,” demikian siaran resmi Sekretariat Presiden.