IKNPOS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah konflik militer yang melibatkan Israel memicu korban besar di wilayah Iran. Pejabat tinggi Iran menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam atas serangan yang terjadi.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ari Larijani menyampaikan pernyataan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menegaskan bahwa Iran akan membuat Trump bertanggung jawab atas agresi yang dilakukan terhadap negara tersebut.
Melalui unggahan di media sosial X pada Kamis 12 Maret 2026, Larijani menilai pernyataan Trump mengenai kemenangan cepat dalam konflik tersebut sebagai sesuatu yang keliru.
“Trump mengatakan dia mencari kemenangan cepat. Meskipun memulai perang itu mudah, perang tidak dapat dimenangkan hanya dengan beberapa cuitan. Kami tidak akan menyerah sampai membuat Anda menyesal atas kesalahan perhitungan yang serius ini,” tulisnya di X.
Sebelumnya, Trump pada Rabu (11/3) menyatakan bahwa Iran “hampir berada di ujung jalan.” Ia juga melontarkan ancaman untuk menghancurkan kapasitas listrik Iran dalam waktu satu jam, meskipun berharap langkah tersebut tidak perlu dilakukan.
Ketegangan meningkat setelah Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah target militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas operasi militer gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Operasi militer itu menimbulkan dampak besar sejak hari pertama. Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur. Selain itu, sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran turut menjadi sasaran, yang menyebabkan hampir 200 siswi tewas.
Pemerintah Iran juga menyebut jumlah korban akibat serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terus bertambah. Hingga kini, Iran memperkirakan korban tewas akibat serangan tersebut telah melampaui 1.200 orang. *