IKNPOS.ID – Iran dilaporkan mulai memperluas sasaran yang masuk dalam daftar target serangannya dengan memasukkan aset ekonomi milik Amerika Serikat. Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari revisi strategi penargetan yang dilakukan Teheran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Laporan tersebut disampaikan kantor berita Turki, Anadolu Agency, dengan mengutip pemberitaan Fars News Agency pada Minggu 8 Maret 2026. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Iran tidak lagi hanya memfokuskan target pada sasaran militer Amerika Serikat dan Israel.
Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa daftar target kini telah diperluas dengan memasukkan kepentingan ekonomi Washington.
Menurut pejabat tersebut, keputusan itu diambil setelah muncul berbagai pernyataan dari pejabat Amerika Serikat dan Israel yang dinilai sebagai ancaman langsung terhadap Iran.
Menurut pejabat itu, Iran telah memperluas “daftar target” dengan memasukkan “modal dan kepentingan Amerika.”
Ia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah muncul berbagai pernyataan dari para pejabat AS dan Israel yang ia sebut sebagai “ancaman langsung terhadap rakyat Iran.”
Di sisi lain, pada Minggu malam, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan wilayah sekitarnya.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serius pada sejumlah fasilitas, termasuk Depo Minyak Shahran yang berada di ibu kota Iran.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Menurut otoritas Iran, serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta menyebabkan lebih dari 10.000 orang lainnya mengalami luka-luka.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
iran, amerika serikat, israel, konflik timur tengah, serangan udara, fasilitas minyak iran, depo minyak shahran, ketegangan timur tengah. *







