Home News Video Bentrokan Berdarah di Kapuas Kalteng: Polisi dan Massa Adat Terluka Saat Penutupan Jalan Tambang
News

Video Bentrokan Berdarah di Kapuas Kalteng: Polisi dan Massa Adat Terluka Saat Penutupan Jalan Tambang

Share
Tangkapan layar bentrokan berdarah
Share

IKNPOS.ID – Bentrokan berdarah terjadi di Desa Barunang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, saat aparat kepolisian berhadapan dengan massa dari Aliansi Masyarakat Adat. Insiden ini pecah ketika petugas melakukan penanganan aksi penutupan jalan hauling milik perusahaan tambang PT Asmin Bara Bronang.

Peristiwa tersebut menyebabkan korban luka dari kedua belah pihak, termasuk anggota polisi yang terkena sabetan senjata tajam serta warga yang mengalami luka tembak.

Kericuhan Terekam Video, Tembakan Peringatan Dilepaskan

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, suasana di lokasi tampak tegang sejak awal. Massa mempertahankan aksi penutupan jalan tambang sebagai bentuk protes terkait sengketa lahan.

Ketegangan memuncak saat aparat mencoba membubarkan aksi. Dalam video terdengar beberapa kali letusan tembakan peringatan ke udara untuk mengendalikan situasi. Namun, bentrokan jarak dekat tetap terjadi dan tidak dapat dihindari.

Lima Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Akibat insiden tersebut, lima orang dilaporkan mengalami luka serius dan harus mendapat penanganan medis.

Rinciannya:

  • Tiga anggota polisi mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
  • Dua orang dari aliansi masyarakat adat mengalami luka tembak.

Seluruh korban sempat dibawa ke klinik terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kapolda Kalteng: Situasi Sudah Kondusif

Kapolda Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa kondisi di lokasi kini telah berhasil dikendalikan.

“Situasi di lokasi kejadian saat ini sudah berhasil dikendalikan. Terkait insiden bentrokan dan adanya korban luka, kasus ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh Polres Kapuas,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Meski situasi dinyatakan kondusif, aparat keamanan masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi bentrok susulan.

Sengketa Lahan Diduga Jadi Pemicu

Informasi awal menyebutkan, aksi penutupan jalan hauling dilakukan sebagai bentuk protes atas persoalan lahan antara masyarakat adat dan pihak perusahaan tambang.

Share
Related Articles
News

Premanisme Berkedok Debt Collector Makan Korban! Ahmad Sahroni: Bubarkan Perusahaan Finance Nakal

IKNPOS.ID - Aksi bengis para penagih utang kembali mencoreng dunia jasa keuangan...

News

Tagih Janji, Panglima Jilah Temui Jokowi di Solo

IKNPOS.ID - Tokoh adat Dayak sekaligus Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo...

News

Mudik Lebaran 2026 Dijaga 317 Ribu Personel, 10 Tol Fungsional Dibuka untuk Urai Macet

IKNPOS.ID - Kabar baik bagi jutaan pemudik! Kepolisian Republik Indonesia memastikan arus...

News

Indonesia Mulai Ekspor 2.280 Ton Beras Premium ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

Pemerintah melalui Perum BULOG mulai mengirimkan 2.280 ton beras premium ke Arab...