IKNPOS.ID – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat membantu ratusan korban kebakaran hebat di Kabupaten Paser.
Tak hanya memenuhi kebutuhan logistik, Dinsos Kaltim juga memberikan layanan dukungan psikososial (LDP) untuk memulihkan kondisi mental para penyintas.
Sedikitnya 100 korban kebakaran mendapatkan terapi pemulihan mental di posko pengungsian.
Fokus Pemulihan Mental dan Dapur Umum
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Rasyidi, menjelaskan bahwa kegiatan di lapangan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan melalui dapur umum, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis korban.
“Kegiatan kami hari ini berfokus pada memasak di dapur umum sekaligus menjalankan layanan dukungan psikososial bagi para korban,” ujarnya dari Samarinda, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, pemulihan mental pascabencana menjadi aspek krusial dalam pertolongan pertama psikologis.
Korban Masih Syok dan Trauma
Pasca kebakaran besar yang terjadi pada 26 Februari 2026 di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, banyak korban mengalami:
- Syok berat
- Kepanikan
- Kesedihan mendalam
- Mati rasa secara emosional
Melalui pendampingan LDP, petugas membantu penyintas agar kembali merasa aman dan memiliki kontrol atas kehidupannya.
“Korban diberi ruang yang nyaman untuk mengekspresikan emosi, seperti menangis atau marah, karena itu adalah reaksi wajar dalam situasi traumatis,” jelas Rasyidi.
Cegah Trauma Jangka Panjang
Dinsos Kaltim menilai intervensi psikologis sejak dini sangat penting untuk mencegah trauma berkembang menjadi gangguan mental yang lebih serius.
Tanpa penanganan yang tepat, trauma ringan berpotensi berubah menjadi gangguan psikologis jangka panjang.
Karena itu, layanan dukungan psikosial menjadi bagian tak terpisahkan dari penanganan darurat bencana.
Sinergi dengan BPBD dan Tagana
Dalam pelaksanaannya, Dinsos Kaltim bersinergi dengan:
- Dinsos Kabupaten Paser
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat
- Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana)
Kolaborasi ini memastikan penanganan korban berjalan cepat dan terkoordinasi.







