Home News MENDARAT DI TANAH AIR! Ini Hasil ‘Diplomasi Maraton’ Prabowo di 4 Negara
News

MENDARAT DI TANAH AIR! Ini Hasil ‘Diplomasi Maraton’ Prabowo di 4 Negara

Share
MENDARAT DI TANAH AIR! Ini Hasil 'Diplomasi Maraton' Prabowo di 4 Negara
MENDARAT DI TANAH AIR! Ini Hasil 'Diplomasi Maraton' Prabowo di 4 Negara
Share

IKNPOS.ID – Di bawah guyuran rintik hujan pagi ini, Jumat (27/02/2026), Presiden Prabowo Subianto resmi mengakhiri maraton diplomasi internasionalnya.

Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Kepala Negara mendarat mulus di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menandai selesainya rangkaian perjalanan dinas yang krusial bagi masa depan ekonomi dan stabilitas politik nasional.

Kedatangan Presiden disambut hangat oleh jajaran pimpinan tertinggi negara. Mulai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga petinggi TNI-Polri.

Meski cuaca sedang tidak bersahabat, suasana di apron bandara terasa penuh antusiasme, mencerminkan besarnya harapan publik atas hasil lawatan yang mencakup empat negara strategis: Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Dari Chip Semikonduktor hingga Perdamaian Global

Selama kurang lebih satu pekan, Presiden Prabowo menjalankan agenda yang sangat padat.

Bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa, setiap persinggahan memiliki misi spesifik yang berdampak langsung pada kepentingan nasional:

  • Amerika Serikat (19 Februari 2026): Fokus pada penguatan hubungan ekonomi. Presiden tidak hanya menghadiri rapat Dewan Perdamaian, tetapi juga memborong agenda bersama para pengusaha raksasa AS untuk memastikan arus modal tetap masuk ke Indonesia.
  • Inggris: Ini adalah poin krusial. Presiden menyaksikan langsung kesepakatan besar antara BPI Danantara dan Arm Limited. Ini adalah sinyal kuat bahwa Indonesia serius menggarap sektor teknologi masa depan melalui industri semikonduktor.
  • Yordania: Presiden bertemu Raja Abdullah II dengan misi kemanusiaan. Fokusnya jelas: mendorong two-state solution untuk konflik Gaza dan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia Islam.
  • Uni Emirat Arab (UEA): Perjalanan ditutup dengan pertemuan bersama Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Fokus utama adalah akselerasi investasi strategis yang diyakini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di sisa tahun 2026.

Investasi dan Stabilitas: Fokus Utama Kabinet

Keberhasilan diplomasi ini menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo memadukan dua pendekatan sekaligus: Hard Power dalam menarik investasi strategis seperti sektor teknologi (semikonduktor), dan Soft Power melalui kepemimpinan di isu-isu global seperti perdamaian di Palestina.

Share
Related Articles
News

50 Tahun Diplomatik, Indonesia dan PEA Pererat Kolaborasi Jangka Panjang

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Persatuan Emirat...

News

Anggaran Mobil Dinas DPRD Kaltim Rp6,8 M Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Ketua DPRD

Setelah polemik mobil dinas gubernur ramai dibahas, kini pengadaan kendaraan operasional DPRD...

News

Terbukti Korupsi Rp2,9 Triliun, Kerry Andrianto Riza Divonis 15 Tahun Penjara

IKNPOS.ID - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat...

News

MBZ Tegaskan Komitmen Tambah Investasi di Indonesia Saat Bertemu Prabowo di Abu Dhabi

IKNPOS.ID - Komitmen kuat untuk memperluas investasi di Indonesia disampaikan langsung oleh...