Home News Tarif Trump Kembali Mengguncang Asia, Perusahaan Bersiap Hadapi Ketidakpastian
News

Tarif Trump Kembali Mengguncang Asia, Perusahaan Bersiap Hadapi Ketidakpastian

Share
Trump, Image: GDJ / Pixabay
Share

IKNPOS.ID – Tarif perdagangan yang dipicu oleh kebijakan Presiden Donald Trump kembali menciptakan gelombang ketidakpastian bagi perusahaan di Asia.

Meskipun Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif sebelumnya, langkah cepat pemerintahan Trump dengan menetapkan tarif global baru membuat eksportir dan produsen regional harus menyesuaikan strategi mereka tanpa panduan yang jelas.

Situasi ini menyoroti bagaimana kebijakan perdagangan yang fluktuatif dapat memengaruhi perencanaan bisnis, harga produk, dan keputusan investasi di seluruh kawasan.

Dampak Langsung terhadap Bisnis Asia

Perusahaan-perusahaan yang telah menyiapkan rencana ekspansi ke pasar Amerika Serikat kini menghadapi kebingungan operasional. Push Sharma, pendiri merek kesehatan Haldy di Singapura, mengatakan bahwa rencana ekspansi yang sudah disiapkan harus ditunda karena ketidakpastian biaya impor.

“Kami sudah mendaftarkan merek dagang, melakukan pembicaraan dengan distributor, tetapi tiba-tiba semua terasa drastis,” ujarnya. Ketidakpastian ini tidak hanya mempengaruhi perusahaan kecil, tetapi juga pabrikan besar yang mengandalkan rantai pasok dari Tiongkok.

Tomi Mäkelä, manajer umum Lanna Clothing di Thailand, menambahkan bahwa tarif yang berubah-ubah memaksa kliennya menegosiasikan ulang atau bahkan membatalkan pesanan. “Saya tidak bisa menanggung biaya ini selamanya,” katanya. Perubahan tarif membuat harga produk sulit diprediksi, sehingga perencanaan bisnis menjadi rumit.

Perubahan Strategi dan Diversifikasi Pasar

Banyak perusahaan kini menyesuaikan strategi mereka dengan memperluas pasar di luar Amerika Serikat. Haldy mulai mengembangkan operasi ritel di Malaysia dan menjajaki pasar Timur Tengah. Lanna Clothing meningkatkan bisnis di Kanada dan mencari peluang di Australia serta Eropa.

Menurut Lynsey Lim, pendiri Handmade Heroes di Singapura, ketidakpastian tarif membuat perusahaan lebih fokus pada efisiensi dan diversifikasi daripada sekadar menetapkan harga.

Kok Ping Soon, CEO Singapore Business Federation, menekankan bahwa “ketidakpastian – bukan tarif itu sendiri – menjadi penghambat terbesar kepercayaan bisnis.” Perusahaan dapat merencanakan kenaikan biaya yang pasti, tetapi sulit ketika target terus berubah.

Share
Related Articles
News

PT Bahtera Tullus Karya Diduga Langgar Hak PMI, KemenP2MI Bekukan Sementara Perusahaan

PT Bahtera Tullus Karya, perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), disanksi diberhentikan...

News

Kemenhaj Lantik 162 Pejabat, Fokus Tingkatkan Layanan dan Perlindungan Jemaah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi melantik 162 pejabat baru yang terdiri...

News

Satgas Pastikan Harga Pangan Pontianak Tetap Terkendali

Satgas Ketahanan Pangan Kota Pontianak turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi...

News

Buntut Kasus Debt Collector Tusuk Nasabah, OJK Ancam Sanksi Tegas Mandiri Tunas Finance

IKNPOS.ID - Kasus penusukan advokat oleh oknum debt collector di Tangerang Selatan...