Home News Trump Bersumpah Iran Tak Akan Pernah Genggam Nuklir
News

Trump Bersumpah Iran Tak Akan Pernah Genggam Nuklir

Share
Trump Bersumpah Iran Tak Akan Pernah Genggam Nuklir
Trump Bersumpah Iran Tak Akan Pernah Genggam Nuklir
Share

IKNPOS.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pidato kenegaraan State of the Union 2026 menegaskan dirinya tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki akses terhadap senjata pemusnah massal nuklir.

Meskipun Trump menyatakan jalur diplomasi masih menjadi prioritas utamanya, nada bicaranya menunjukkan ketidaksabaran terhadap progres yang ada.

Ia menegaskan posisi Amerika sebagai penjaga keamanan global yang tidak akan berkompromi dengan negara yang ia labeli sebagai pusat ancaman.

“Preferensi saya adalah menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi. Tetapi satu hal yang pasti, saya tidak akan pernah mengizinkan negara sponsor teror nomor satu di dunia memiliki senjata nuklir,” tegas Trump dengan nada tinggi.

Dalam pidato yang sama, Trump mengungkapkan kekhawatiran intelijen AS mengenai perkembangan militer Iran yang kian agresif.

Teheran diklaim tidak hanya fokus pada pengayaan nuklir. Tetapi juga tengah mematangkan teknologi rudal balistik jarak jauh.

Menurut klaim Trump, rudal-rudal tersebut dirancang untuk memiliki daya jangkau yang mampu menghantam daratan Eropa, pangkalan militer AS di luar negeri.

Bahkan berpotensi mencapai wilayah kedaulatan Amerika Serikat. Hal ini dianggap sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional yang menuntut tindakan preventif segera.

Diplomasi Terakhir atau Sekadar Formalitas

Di tengah retorika panas ini, dunia menaruh harapan pada putaran ketiga perundingan tidak langsung antara delegasi Iran dan Amerika Serikat yang akan digelar di Jenewa, Swiss, Kamis mendatang.

Oman kembali bertindak sebagai mediator kunci untuk mendinginkan suasana yang kian membara.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyambut perundingan ini dengan sikap yang terlihat lebih lunak di permukaan.

Ia menyatakan Teheran bersedia kembali ke meja perundingan dengan tekad mencapai kesepakatan yang adil dalam waktu singkat.

Namun, AS tetap skeptis karena belum mendengar komitmen hitam di atas putih dari Iran untuk menghentikan total ambisi nuklirnya.

Sementara itu, manuver diplomatik juga terjadi di koridor kekuasaan Washington. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dikabarkan telah memberikan pengarahan tertutup kepada para anggota parlemen senior.

Share
Related Articles
News

Kemenhaj Lantik 162 Pejabat, Fokus Tingkatkan Layanan dan Perlindungan Jemaah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi melantik 162 pejabat baru yang terdiri...

News

Satgas Pastikan Harga Pangan Pontianak Tetap Terkendali

Satgas Ketahanan Pangan Kota Pontianak turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi...

News

Buntut Kasus Debt Collector Tusuk Nasabah, OJK Ancam Sanksi Tegas Mandiri Tunas Finance

IKNPOS.ID - Kasus penusukan advokat oleh oknum debt collector di Tangerang Selatan...

News

Kecelakaan Transjakarta Koridor 13 Jadi Sorotan, DPRD Minta Evaluasi Total Sistem Rekrutmen dan Pelatihan

IKNPOS.ID - Insiden kecelakaan bus Transjakarta di Koridor 13 memantik perhatian serius...