IKNPOS.ID – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki babak baru yang semakin agresif. Pada Rabu (25/02/2026), Otorita IKN secara resmi memperkuat ekosistem kawasan perkotaan dengan menandatangani tiga Perjanjian Kerja Sama (PKS) investasi besar.
Momentum yang berlangsung di Balai Kota IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan sektor swasta terhadap proyek ibu kota baru terus meroket.
Hingga awal 2026, realisasi komitmen investasi murni dari pihak swasta telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp72 triliun.
Total terdapat 57 perusahaan yang telah mengikat janji untuk membangun wajah masa depan Indonesia di tanah Kalimantan.
Pertumbuhan ini didorong oleh payung hukum yang kuat, termasuk Perpres No. 79, serta kehadiran langsung jajaran pimpinan negara di lokasi proyek.
“Kepercayaan masyarakat dan dunia usaha semakin menguat. Dengan dukungan regulasi yang ada, kami memastikan pembangunan IKN terus melaju secara positif menuju pusat peradaban baru,” tegas Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Bangun Fasilitas Mal, Kuliner, Hingga Pusat Olahraga
Kerja sama yang diteken kali ini melibatkan tiga pemain kunci, yaitu PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Borneo Berkah Abadi.
Proyek-proyek ini difokuskan pada Wilayah Pengembangan 1A dan 1C untuk memenuhi gaya hidup masyarakat urban di Nusantara.
Fasilitas yang akan segera dibangun meliputi:
- Pusat Perbelanjaan Modern (Mall): Destinasi belanja utama bagi penduduk IKN.
- Kawasan Kuliner Terpadu: Ruang sosial dan pusat makanan untuk menghidupkan ekosistem kota.
- Fasilitas Olahraga: Sarana kebugaran bertaraf internasional bagi ASN dan warga umum.
Langkah ini dirancang agar IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan yang kaku, tetapi juga kota yang hidup, humanis, dan memiliki fasilitas lengkap bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mulai berpindah tugas.
Salah satu sorotan menarik dalam penandatanganan ini adalah komitmen moral dari para pelaku usaha. Suni Yuwono Kusbandi dari PT Maxi Nusantara Raya menyatakan motivasi mereka berinvestasi di IKN melampaui perhitungan matematis keuntungan bisnis semata.







